Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Jelang Rilis Data ADP AS, Dolar Amerika Serikat Masih Menguat

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Penguatan yang terjadi pada Dolar Amerika Serikat masih berlanjut hari ini, Rabu (30/06/2021). Penguatan ini masih terpengaruh adanya kabar buruk pandemic di Asia. Semakin bertambahnya kasus covid Delta di Asia mendorong penghindaran resiko jelang laporan ketenagakerjaan AS.

Untuk sore ini, terlihat pergerakan indeks dollar naik tipis sebesar 0,03% ke kisaran 92,06 melihat harga di Investing.

Untuk pasangan mata uang USDJPY juga mengalami kenaikan sebesar 0,03% di kisaran harga 110.53%. Walaupun ada berita terbaru, dari data ekonomi Jepang menegaskan bahwa output industry Jepang merosot ke tingkat terbesar bulanan untuk bulan Mei dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Pasangan EURUSD naik, 0.04% di kisaran harga 1,1900. Pasangan GBPUSD turun ke kisaran 1,3832 setelah laporan terbaru dari data ekonomi Inggris. Dimana PDB kuartal pertama Inggris turun sebesar 1,6% berada di kuartal tersebut. Untuk AUDUSD mengalami penguatan sebesar 0,12% di kisaran harga 0,7520.

Kasus Covid Delta

Memang akhir ini minat resiko mendapatkan tekanan. Merebaknya semakin pesat kasus Covid Delta di beberapa negara Asia. Setelah adanya penambahan kasus yang banyak bisa membuat pembatasan sosial bakal dilangsungkan lagi.

Australia juga menanggapi kasus pandemic di negaranya. Kebijakan lockdown diperpanjang dan menetapkan beberapa pembatasan sosial di beberapa negara bagian untuk hari rabu ini. Ada 4 kota besar Aussie telah dilockdown ketat.

Jauh dari kabar bertambahnya kasus Covid 19 ini, masih ada ketidakpastian Amerika Serikat. Jelang dilaporkannya data tenaga kerja negara tersebut, para pelaku ekonom masih berfokus akan hasil rilisnya. Data akan di rilis hari Jumat pekan ini, karena data ini penting untuk status moneter mereka.

Jika dalam laporan, pasar tenaga kerja AS membaik bisa mendukung bank sentral AS untuk gelontorkan moneter akomodatif lebih awal dari perkiraan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -