Saturday, January 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Jerman Memperpanjang Lockdown, EURUSD Turun Lebih Dalam

Must Read

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang...

Mata uang Euro turun mendapatkan banyak tekanan dari dalam negeri di sesi Asia hari Rabu (24/3). Penurunan membawa pasangan EURUSD menuju ke titik terendah dalam bulanan atau terendah dua pekan terakhir. Apalagi posisi Dolar AS baru-baru ini juga sedang dalam keuntungan besar dan mendekati puncak bulanan. Tapi untungnya di sesi Asia masih sepi aksi pasar dan membatasi bearish.

Beban utama yang mengirimkan Euro turun adalah pandemi virus Corona di Eropa yang belum membaik. Justru blok itu mengumumkan laporan kenaikan kasus terbaru di beberapa negara. Jerman sendiri telah memperpanjang lockdown setelah sebelumnya dilakukan juga oleh Belanda. Senada dengan kondisi ini, blok memang masih sangat kekurangan pasokan vaksin virus Corona.

Dari sisi lain, Dolar AS mendapatkan banyak manfaat setelah banyak harapan pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat. Harapan itu juga sempat disampaikan oleh Presiden Biden dalam sebuah pidato terbarunya. Apalagi pidato dari Fed kemarin juga telah menambah kekuatan bullish Dolar AS menjadi lebih tinggi.

Mata uang Euro turun saat ini masih bisa menerima dorongan yang lebih dalam. Salah satunya seperti konflik geopolitik yang membuat pasar enggan masuk ke aset berisiko. Kemudian banyak yang menilai ECB masih kurang jika dibandingkan dengan Fed dan membuat pesimisme pada Euro.

Aksi EURUSD saat ini masih cenderung stabil dan kekurangan aksi tambahan. Ini juga tampak dari indeks S&P 500 yang stabil tanpa kejelasan arah di sesi Asia. Sementara itu yield Treasury AS dalam 10 tahun kehilangan kenaikan sampai 3,1 bps menuju ke 1,60%. Sebenarnya ini bisa menjadi beban bagi Dolar AS mengingat kenaikannya juga disponsori penguatan yield tersebut. Berikutnya pasar akan menantikan data AS nanti malam dan pidato kedua dari Fed Powell.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika serikat berkat sentimen pasar yang...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang lalu. Di sesi sebelumnya, minyak...

Minyak Turun, Investor Mulai Mengambil Keuntungan

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia, setelah naik ke level tertinggi tujuh tahun di awal pekan. Investor juga mencerna peningkatan yang...

Dolar Turun, Investor Pantau Inflasi dan Pengetatan Moneter Fed

Dolar melemah pada Jumat pagi di Asia. Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -