Monday, December 6, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Kasus Covid di Eropa Naik Buat Euro Melemah di Awal Pekan

Must Read

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun...

Euro Melemah – Pada Senin (22/22), dolar menguat drastis di Asia dan bahkan hampir menyentuh level tertinggi pada euro. Hal ini salah satunya disebabkan oleh kasus Covid yang meningkat di Eropa. Sehingga juga membuat para investor beralih ke mata yang safe heaven AS.

Kemudian pada Indeks dolar AS yang melacak greenback pada mata uang lain juga sedikit menguat pada 0,15% ke posisi 96,175. Angka tersebut mendekati level tertinggi 96,266 dalam 16 bulan terakhir yang disentuh pada pekan kemarin.

Pada pasangan USD/JPY sedikit menguat pada 0,17% ke posisi 114,18. Kemudian pasangan AUD/USD juga sedikit menguat 0,10% ke posisi 0,7242. Lalu masih ada NZD/USD yang melemah pada 0,31% ke posisi 0,6988. Penurunan juga dialami USD/CNY 0,03% ke posisi 6,3845. Masih ada GBP/USD yang melemah tipis 0,15% ke posisi 1,342.

Selain itu, masih ada Euro yang melemah pada 0,23% ke posisi $ 1,1274. Kemudian dolar Australia yang memiliki banyak resiko, sebelumnya sempat terperosok ke level $ 0,72285 dan hampir mencapai level terendah 6 Oktober. Selain itu, The Reserve Bank of New Zealand menjatuhkan keputusan kebijakan pada Rabu mendatang.

Sedangkan dengan pejabat Federal Reserve AS yang berkomentar bullish juga mendukung mata uang AS. Bahkan Richard Clarida selaku wakil ketua Fed menyarankan agar pengurangan lebih cepat dilakukan. Hal ini akan mendongkrak pemulihan ekonomi semakin cepat dan inflasi meningkat. Dampaknya juga bisa membuat suku bunga naik.

“EUR-USD mengalami penurunan signifikan. Hal ini yang membuat para klien yang memperhatikan dan mencari permainan dalam pembatasan serta ketegangan yang tengah naik di benua Eropa,” kata Kepala Penilitian Pepperstone Chris Weston dalam berita forex terbaru.

Sedangkan dengan jumlah kasus Covid yang naik drastis berdampak pada lockdown ketat di Austria sejak Senin (22/11). Kemudian Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn menyebut jika situasi di Austria merupakan kategori darurat nasional. Bahkkan menurutnya, vaksinasi saja tidak akan membuat jumlahnya berkurang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya yang dijual...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun kerangka peraturan. Kebijakan tersebut merekomendasikan...

Jatuhnya Harga Minyak Telah Mengajarkan Shale AS Pelajaran Berharga

Koreksi harga minyak besar-besaran pada November 2021, yang ternyata menjadi bulan terburuk untuk minyak mentah sejak Maret 2020, terjadi tepat ketika produsen...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 6 Desember 2021

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -