Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Kekhawatiran Brexit Membawa Poundsterling Melemah, Pedagang Menunggu Data Inggris

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Permintaan Poundsterling melemah membawa pasangan mata uang GBPUSD diperdagangkan dengan negatif menuju ke level harga 1,2998. Posisi tersebut terus bertahan sampai mendekati pembukaan sesi dagang Eropa hari Selasa ini (18/2). Pelemahan Pound disebabkan setelah adanya berita dari negosiator Brexit dari Inggris yaitu David Frost bahwa pembicaraan dagang Inggris dan Uni Eropa akan sulit dan sengit pada bulan berikutnya.

Selain karena masalah politik yang belum terselesaikan, Poundsterling melemah disaat permintaan Dolar AS mengalami lonjakan. Hal ini membuat GBPUSD bisa turun dengan mudah tanpa ada hambatan yang berarti.  Sementara itu selanjutnya Poundsterling mungkin akan lebih fokus ke rilis data ekonomi  Inggris mengenai ketenagakerjaan.

Mengenai Brexit, para anggota Tory menyampaikan mengenai pandangan senara mereka bahwa target Brexit yang akan dikejar adalah bebas dari seluruh aturan yang ditetapkan oleh Uni Eropa. Bahkan Inggris melalui David Frost mengatakan akan siap melakukan model perdagangan seperti yang terjadi antara Australia dengan Uni Eropa jika semua tujuan mereka sulit tercapai.

Poundsterling melemah semakin dalam ketika ada berita Independen yang menyebutkan bahwa pemerintah PM Boris siap untuk keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Selain itu juga siap untuk keluar dari ajudan Andrew Sabinsky.

Selain masalah politik yang cukup mengkhawatirkan, penurunan GBPUSD juga disebabkan oleh kekhawatiran wabah virus Corona yang menyerang beberapa negara. Meskipun hari ini jumlah pertambahan korban sudah mengalami perlambatan signifikan, namun ketakutan para pedagang tidak begitu saja hilang.

Selanjutnya para pedagang akan fokus ke data ketenagakerjaan dari Inggris pada bulan Januari. Terlebih lagi data dalam negeri beberapa waktu terakhir pada posisi yang cukup optimis. Sehingga pada kondisi ini bisa menjadi alasan BoE untuk meninggalkan komentar bearishnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -