Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Komentar Pejabat The Fed Simpang Siur, Dolar Sedikit Melemah

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Pergerakan mata uang Dolar Amerika Serikat hari ini, Kamis (24/06) sedikit melemah. Saat ini para trader masih mendikte tentang beberapa pendapat beberapa dewan the Fed (Federal Reserve). The Fed bakal membahas tentang kapan waktu penarikan stimulus moneter.

Menanggapi tentang kabar tersebut, pergerakan dari Dolar AS sedikit melemah. Terlihat di mata uang EURUSD mendapati kenaikan 0.07% sampai 1,1934. Sedangkan untuk mata uang USDJPY terlihat melemah ke 110,90. Untuk indeks dollar AS sendiri mengalami penurunan sebesar 0.03% ke 91,757.

Melawan mata uang dalam negeri (Rupiah) dollar menguat 0.07%, berada di harga 14.440,0 per dolar AS.

Turun Tipis Setelah Naik Pasca FOMC

Diketahui sebelumnya pergerakan dari Dolar AS mengalami sedikit kenaikan. Greenback mendapatkan dukungan di hari kemarin Rabu (23/06) setelah menanggapi komentar dari Gubernur the Fed.

Presiden the Fed Raphael Bostic dan Gubernur Michelle Bowman menegaskan bahwa lonjakan yang terjadi pada harga konsumen untuk akhir-akhir ini kemungkinan hanya sementara saja. Akan tetapi membutuhkan waktu lama, lebih dari yang telah diperkirakan sebelumnya.

Berbeda dengan pendapat dari Jerome Powell sebelumnya. Beliau mengabaikan dampak akan kenaikan inflasi.

Bostic menegaskan kembali kalau saat ini mengharapkan adanya pertumbuhan sebesar 7% di tahun 2021. Untuk titik inflasi berada di 3,4%. Dengan harapan tersebut ke depan bakal terjadi kenaikan suku bunga di pertengahan tahun depan.

Berdasarkan pendapat Bosic tersebut, dirinya termasuk beberapa pejabat FOMC yang mendukung kenaikan suku bunga di tahun depan nanti. Seperti hasil pertemuan the Fed pekan lalu, membuat mata uang USD langsung naik pesat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -