Friday, July 1, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Konflik Politik AS Berakhir, Dolar AS Menguat Didukung Kondisi Ekonomi Eropa Yang Buruk

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Hari ini Dolar AS menguat terhadap beberapa pasangan mata uang lainnya dan mencapai titik paling tinggi dalam jangka waktu delapan minggu terakhir. Penguatan ini terjadi ketika diperdagangkan pada sesi kawasan Eropa hari Selasa (12/2). Penyebab utamanya adalah karena beredarnya kabar mengenai kesepakatan di dalam parlemen AS dengan tujuan utama untuk menghindari penutupan kembali beberapa kantor pemerintahan AS. Tapi saat ini pasar juga masih dibebani oleh kekhawatiran dari negosiasi dagang antara AS-China.

Pantauan kondisi Dolar AS menguat terlihat pada Indeks DXY pengukur kekuatan greenback terhadap beberapa mata uang utama lainnya yang naik dalam waktu sembilan hari terakhir. Kenaikan panjang selama Sembilan hari pada Indeks Dolar AS diakibatkan oleh laporan dari Jens Weidmann yang merupakan kepala bank sentral Jerman yang mengatakan untuk Zona Euro saat ini masih dalam kondisi krisis. Melemahnya perekonomian Eropa membuat Dolar AS semakin unggul dan reli panjang.

Selesainya masalah politik di dalam parlemen AS membuat beban Dolar AS menguat mulai sirna. Dolar AS masih menjadi mata uang yang berjaya dan beberapa mata uang lain seperti Yen Jepang, Euro dan Pound masih berusaha menghimpun kekuatan karena adanya masalah pada perekonomian dalam negeri. Euro saat ini memang sedang pada fase resesi teknis tapi tidak akan sampai mengalami resesi parah karena tidak terlihat faktor penyebab.

Selanjutnya fokus pasar tampaknya akan tertuju pada Krona Swedia. Pasar akan terus melakukan pengamatan apakah Riksbank masih optimis untuk menaikkan suku bunga untuk 2019. Sebelumnya Krona memang sudah kehilangan cukup banyak nilai karena kondisi perekonomian yang terus memburuk. Bahkan saat ini masih berada di kawasan level paling rendah dalam jangka waktu 10 tahun terakhir pada Januari lalu.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -