Monday, July 4, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Laporan Penjualan Ritel Positif, Dolar Australia Menguat Tertinggi Bulanan

Must Read

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak...

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan...

Hari ini Jumat (11/1) Dolar Australia menguat pada pasangannya dengan Dolar AS. Penguatan ini sebesar 0,42 persen menuju ke level harga tertinggi dalam satu bulan ini yaitu pada 0.7215 saat diperdagangkan disesi kawasan Eropa tadi. Penguatan Dolar Australia ini terjadi karena adanya rilis data ekonomi mengenai penjualan ritel yang dilaporkan lebih tinggi dari prediksi sebelumnya. Selain itu penguatan ini didukung juga dengan kondisi Dolar AS yang melemah.

Pelemahan pada Dolar AS ini terjadi setelah ketua Fed memberikan pernyataan mengenai pembatalan rencana kenaikan suku bunga AS untuk tahun depan. Sehingga pasangan AUDUSD naik menuju ke level haga 0.7215. Tapi momentum Dolar Australia menguat tidak terlihat pada pasangan AUDNZD. Aussie tampak lemah melawan Dolar New Zealand dengan posisi bahkan sempat turun sampai 0,37 persen menuju ke level perdagangan 1.0556.

Laporan dari Biro Statistik Australia memperlihatkan penjualan ritel yang naik sebesar 0,4 persen dalam Month-of-Month. Momen ini adalah momen ketiga kalinya kenaikan penjualan ritel Australia yang terjadi pada bulan November. Prediksi sebelumnya memang penjualan ritel akan naik tapi hanya sebatas 0,3 persen saja. Tapi data yang dilaporkan justru melebihi ekspektasi pasar sehingga Dolar Australia menguat.

 Tapi walaupun saat ini sedang dalam kondisi baik, para investor dan pelaku pasar masih tetap berhati-hati untuk menentukan sikap. Karena sampai saat ini masih dilakuakan negosiasi perdagangan antara AS-China. Dolar Australia sendiri sangat sensitif terhadap ekonomi China karena merupakan partner utamanya dalam ekspor dan pasar uang. Negosiasi memang sedang selesai tapi sampai saat ini masih belum terlihat bagaimana keputusan final mengenai perdagangan antara kedua negara dengan ekonomi terkuat di dunia tersebut.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Tergelincir Karena Meningkatnya Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Senin, memangkas kenaikan dari sesi sebelumnya karena kekhawatiran resesi...

Argentina Menyita Dompet Kripto Terkait dengan Tunggakan Pajak

Otoritas pajak Argentina telah menyita lebih dari 1.000 dompet cryptocurrency yang terkait dengan pembayar pajak yang menunggak di negara tersebut.

Saham Asia Berhati-hati Karena Wall Street Berjangka Tergelincir

Pasar saham Asia dimulai dengan hati-hati pada hari Senin karena data AS yang lemah menunjukkan risiko penurunan untuk laporan gaji Juni minggu...

Tether Terus Kurangi Kertas Komersial dalam Pengurangan Tajam Sejak Maret

Tether mengurangi kepemilikan kertas komersialnya sesuai dengan rencana, perusahaan stablecoin melaporkan Jumat. Ini telah mencapai jumlah target $8,4 miliar...

Emas Melonjak Karena Indikator Inflasi Fed Menunjukkan Tanda Mereda

Emas naik dan menghapus semua kerugian di pagi hari setelah indeks harga PCE inti tahunan AS berada di 4,7% di bulan Mei...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -