Tuesday, August 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Mata Uang Euro Berusaha Menguat Ditengah Ketegangan AS-China

Must Read

Buterin: Penskalaan lapisan-2 akan membuat pembayaran kripto ‘masuk akal’ lagi

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, berpendapat bahwa pembayaran crypto akan sekali lagi “masuk akal,” karena biaya transaksi akan...

Minyak Didekat Terendah Multi-Bulan Karena Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak naik tipis dari posisi terendah multi-bulan pada hari Senin karena kekhawatiran yang tersisa tentang melemahnya...

Dolar Melemah Karena Pasar Mata Uang Mundur dari Penguatan NFP

Dolar jatuh pada hari Senin, kehilangan beberapa keuntungan yang diperolehnya dari data pekerjaan AS Jumat, karena pasar...

Hari Jumat ini (9/5) perdagangan mata uang Euro terlihat sedang berada pada bias bullish terhadap USD dan berada di atas trenline. Pasangan ini mengalami kenaikan yang cukup moderat mendekati level harga 1,1230 walaupun diberitakan AS menerapkan tarif atas barang-barang China senilai $200 Miliar yang kembali menaikkan ketegangan antara kedua negara dan berdampak pada perdagangan aset-aset beresiko.

Kekuatan pada pasangan EURUSD saat ini bisa dikaitkan dengan kondisi pada pasangan EURJPY yang juga sedang dalam minat beli tinggi di atas level harga 123.00. Korelasi antara kedua pasangan ini adalah jika pasar ekuitas kawasan Eropa gagal melakukan pendekatan pada ekuitas kawasan Asia yang terlihat lebih tinggi, maka akan menyebabkan minat pasar terhadap yen Jepang semakin memuncak. Dampaknya akan menyeret mata uang Euro menjadi lebih lemah lagi terhadap USD.

Katalis utama pasar beberapa waktu terakhir terfokus ke pembicaraan dagang antara AS dengan China. Pembicaraan dagang kedua negara diperpanjang sampai hari Jumat dengan ancaman kenaikan tarif atas barang China senilai $200 Miliar ke Amerika Serikat sebesar 25 persen dari sebelumnya di 10 persen. Sehingga kemungkinan adanya alternatif pada negosiasi mengalami penurunan.

Dampaknya saat perdagangan sesi kawasan Eropa dibuka maka akan bersiko dalam penawaran jual yang tinggi. Pasangan mata uang Euro terhadap USD bersiko mengalami kesulitan untuk mendaki ke level yang lebih tinggi kemarin di sekitar 1,1251. Jika memang diperdagangkan di atas level tersebut dengan konsisten maka akan mengkonfirmasi momentum bullish EURUSD. Untuk memastikan hal ini maka perlu diperhatikan saat masa dagang kawasan Amerika dengan adanya rilis data AS mengenai inflasi harga konsumen. Jika data ini melemah maka memberikan tanda bahwa Fed menghentikan kenaikan pada suku bunga AS.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Buterin: Penskalaan lapisan-2 akan membuat pembayaran kripto ‘masuk akal’ lagi

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, berpendapat bahwa pembayaran crypto akan sekali lagi “masuk akal,” karena biaya transaksi akan...

Minyak Didekat Terendah Multi-Bulan Karena Kekhawatiran Permintaan

Harga minyak naik tipis dari posisi terendah multi-bulan pada hari Senin karena kekhawatiran yang tersisa tentang melemahnya permintaan di belakang prospek ekonomi...

Dolar Melemah Karena Pasar Mata Uang Mundur dari Penguatan NFP

Dolar jatuh pada hari Senin, kehilangan beberapa keuntungan yang diperolehnya dari data pekerjaan AS Jumat, karena pasar mata uang menarik kembali reaksi...

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek permintaan dan data menunjukkan pemulihan...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -