Monday, February 24, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Mata Uang Euro Lemah, Menunggu Kepastian Pemotongan Suku Bunga ECB

Must Read

Dolar Kanada Melemah Karena Minyak Mentah Turun, USDCAD Fokus Ke Data Kanada dan Pembaruan Virus Corona

Saat sesi Asia berlangsung, pasangan USDCAD bullish mencatat kenaikan sampai 0,36 persen menuju ke level harga 1,3265. Kenaikan membuat...

Poundsterling Turun Kembali Karena Ketakutan Brexit dan Kekhawatiran Virus Corona

Mata uang Poundsterling turun untuk kesekian kalinya menjelang pembukaan sesi Eropa hari Senin ini (24/2). Penurunan masih disebabkan oleh...

AUDUSD Merosot Tajam, Tekanan Bearish Membawa Pasangan Turun Ke Terendah 11 Tahun

Pasangan mata uang AUDUSD masih harus menerima tekanan beberapa waktu terakhir saat sesi Asia masih berlangsung di hari...

Pasangan mata uang Euro terhadap USD terus memperpanjang momentum penurunannya sampai dengan hari Rabu. Karena saat ini pasar sedang memegang prospek mengenai pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Eropa. Hari Kamis ini (25/7) dijadwalkan ECB akan melakukan pertemuan dalam pembahasan kebijakan moneternya. Tapi diprediksi pertemuan nanti tidak akan mengubah tingkat suku bunga, namun akan ada pembahasan mengenai persiapan pondasi sebagai respon rencana pemotngan suku bunganya beberapa bulan nanti. Salah satunya adalha menghilangkan bias ketat dari forward guidance dari suku bunga.

Prediksi pemangkasan suku bunga disampaikan oleh UBS dengan prediksi akan ada pengurangan sebesar 10 basis poin saat pertemuan 12 September mendatang. Lalu akan dilanjutkan kembali pemangkasan pada 12 Desember atau lebih awal lagi akan dieksekusi pada 24 Oktober. Sementara itu ING juga menyampaikan bahwa masih percaya pada data ekonomi Eropa yang buruk akan semakin mendorong bank sentral Eropa untuk memotong suku bunganya di bulan Juli ini. Tentunya jika pemotongan dilakukan akan cukup menggoncang mata uang Euro. Mengingat USD juga akan menghadapi pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat.

Sampai saat ini pasar keuangan masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga untuk bulan September mendatang. Hal ini bisa dilihat pada pergerakan pasangan EURUSD yang turun dari titik paling tinggi pada 25 Juni kemarin menuju ke titik paling rendah Rabu di sekitar 1,1127. Terlihat juga pada imbal hasil Bund skala 10 tahun Jerman yang merosot sebesar 18 basis poin.

Mata uang Euro masih ada kemungkinan bertahan di level harga 1,11 jika memang bank sentral Eropa memangkas suku bunga pada bulan September mendatang. Penurunan menuju ke level 1,10 masih memungkinkan jika memang bank sentral terus memberikan isyarat yang dominan dovish, mempersiapkan diri untuk pemotongan lanjutan atau bahkan dengan pemotongan suku bunga pada hari ini.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Kanada Melemah Karena Minyak Mentah Turun, USDCAD Fokus Ke Data Kanada dan Pembaruan Virus Corona

Saat sesi Asia berlangsung, pasangan USDCAD bullish mencatat kenaikan sampai 0,36 persen menuju ke level harga 1,3265. Kenaikan membuat...

Poundsterling Turun Kembali Karena Ketakutan Brexit dan Kekhawatiran Virus Corona

Mata uang Poundsterling turun untuk kesekian kalinya menjelang pembukaan sesi Eropa hari Senin ini (24/2). Penurunan masih disebabkan oleh dinamika pembicaraan Brexit antara Inggris dengan...

AUDUSD Merosot Tajam, Tekanan Bearish Membawa Pasangan Turun Ke Terendah 11 Tahun

Pasangan mata uang AUDUSD masih harus menerima tekanan beberapa waktu terakhir saat sesi Asia masih berlangsung di hari Senin (24/2). Dolar Australia melemah membawa...

Kekhawatiran Virus Meningkat Kembali, Minyak Mentah Melemah Menjelang Pertemuan OPEC

Posisi harga minyak mentah mengalami penurunan karena adanya gelombang penghindaran risiko dari para pedagang. Kondisi ini menyebabkan Dolar AS mampu lebih unggul didukung oleh...

Dolar AS Kembali Naik Seiring Menyebarnya Corona Secara Global

Dolar AS kembali menguat terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin karena lonjakan kasus baru dari virus corona secara global, terutama di...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -