Sunday, January 29, 2023
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Menjelang The Fed, USDJPY Bullish Memperpanjang Bias Positif Semalam

Must Read

ISDA Merilis Definisi Standar untuk Derivatif Kripto

International Swaps and Derivatives Association (ISDA) sedang mengerjakan dua makalah untuk mengatasi risiko hukum mendasar di pasar...

Senator Negara Bagian Mendorong RUU untuk Legal Tender Bitcoin di Arizona

Wendy Rogers, seorang senator negara bagian Arizona di Amerika Serikat, telah meluncurkan RUU mengenai cryptocurrency, termasuk yang...

Minyak Menguat Karena Data Ekonomi AS yang Optimis

Harga minyak naik untuk sesi kedua pada hari Jumat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat...

Saat sesi Asia berlangsung, pasangan mata uang USDJPY bullish dengan cukup meyakinkan. Bahkan signal forex hari ini telah mengindikasikan kenaikan mencapai 0,20% menuju ke 108,91. Aksi bullish ini juga merupakan momentum kelanjutan dari kenaikan tadi malam. Sebelumnya pasangan sempat berada di sekitar 108,10 dan kemudian mampu bergerak naik sangat bagus sampai ke 108,75.

Para pelaku pasar dan investor memberikan respon menjelang pertemuan kebijakan moneter dari The Fed. Pada akhirnya itu membantu indeks Dolar AS untuk melonjak lebih tinggi. Saat yang bersamaan, bank sentral Jepang memangkas harapan inflasi jadi lebih rendah dan mengakibatkan Yen Jepang merosot cukup dalam.

Analisa hari ini menilai momentum USDJPY bullish dibangun bersama kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS. untuk tenor 2 tahun mampu bergerak naik sampai menuju ke 0,18%. Sementara itu dalam tenor 10 tahun juga menjadi lebih tinggi sampai ke 1,62% dan mendukung kenaikan indeks Dolar AS.

Pandangan Kebijakan The Fed

Menjelang pertemuan FOMC, Westpac menyampaikan beberapa prediksinya mengenai pertemuan tersebut. dikatakan bahwa tidak ada perubahan material untuk pertemuan April dibandingkan Maret. Para pelaku pasar dan investor justru akan sangat memperhatikan sekali bagaimana pernyataan pasca kebijakan moneter dari Fed Powell.

Karena dari pernyataan atau pidato tersebut, Powell bisa memberikan beberapa sinyal mengenai kondisi ekonomi dan kemajuan yang terjadi. Terutama kemajuan yang ada kaitannya dengan pembelian aset yang akan dipangkas lebih rendah.

USDJPY bullish saat ini memang secara luas sangat dipengaruhi sentimen pra-FOMC. Westpac memandang bahwa FOMC tidak akan melakukan perubahan kebijakan apa pun. Pemangkasan pembelian obligasi mungkin baru akan dilakukan pada paruh kedua 2022 mendatang. Lalu setelah itu baru suku bunga juga bisa dikerek lebih tinggi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

ISDA Merilis Definisi Standar untuk Derivatif Kripto

International Swaps and Derivatives Association (ISDA) sedang mengerjakan dua makalah untuk mengatasi risiko hukum mendasar di pasar...

Senator Negara Bagian Mendorong RUU untuk Legal Tender Bitcoin di Arizona

Wendy Rogers, seorang senator negara bagian Arizona di Amerika Serikat, telah meluncurkan RUU mengenai cryptocurrency, termasuk yang bertujuan untuk membuat Bitcoin (BTC)...

Minyak Menguat Karena Data Ekonomi AS yang Optimis

Harga minyak naik untuk sesi kedua pada hari Jumat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, margin penyulingan distilat...

Dolar Berdetak Jelang Pertemuan Bank Sentral Minggu Depan

Dolar naik tipis pada hari Jumat untuk menarik diri dari posisi terendah multi-bulan terhadap euro dan sterling, karena investor mulai melatih pandangan...

Yen Menguat Karena Pertaruhan Kebijakan BOJ, Euro Melemah Menjelang Pertemuan ECB

Yen menguat terhadap dollar pada hari Jumat karena pembacaan inflasi Tokyo yang memanas mendorong spekulasi bahwa pivot hawkish dari Bank of Japan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -