Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Melemah Kembali Menghapuskan Beberapa Upaya Pemulihan Sebelumnya

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Pergerakan harga minyak mentah global kembali mengalami pemulihan dari titik paling rendah tadi malam di 42,72. Sayangnya pemulihan yang dibangun tersebut ternyata tidak begitu kuat dan minyak mentah melemah kembali setelah mencapai puncak di 43,00. Sepanjang sesi pertengahan Eropa hari Rabu ini (2/9) minyak mentah berjangka di WTI kembali menuju ke level harga 42 per barelnya.

Dengan penurunan ini maka minyak mentah menghapuskan beberapa upaya pemulihan yang dibangun sebelumnya dan kembali ke sekitar 42,81. Kemungkinan salah satu penyebab minyak mentah melemah adalah akibat Dolar AS yang memperpanjang kebangkitan dari titik paling rendah. Sehingga harga Dolar AS yang mahal memaksa para pembeli menghentikan aksi bullish ereka.

Katalis lain yang menggerakkan minyak mentah juga datang dari Irak. Menteri bidang minyak yaitu He Ihsan Abdul Jabar Ismaael mengatakan bahwa mereka sedang berupaya mencari pengecualian dari kesepakatan pemangkasan produksi pada Q1 2021 mendatang. Hal ini turut menyebabkan minyak mentah melemah beberapa waktu terakhir.

Namun penurunan pada minyak mentah berjangka WTI masih dibatasi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah optimisme global yang telah mendukung kenaikan pada saham global saat ini. Banyak investor yang merasa optimis dengan masa depan ekonomi global. Karena hasil survei bidang manufaktur di beberapa negara utama menggambarkan ekonomi mulai bangkit.

Kemudian penurunan yang cukup besar pada pasokan minyak mentah swasta dari API AS kemarin malam membatasi penurunan yang lebih dalam. Data itu mencampilkan penurunan pasokan sampai 6,4 juta barel pada pekan yang berakhir pada 28 Agustus lalu. Untuk pergerakan selanjutnya harga minyak akan fokus pada dinamika pergerakan Dolar AS. Pasalnya nanti malam AS akan merilis data mengenai ketenagakerjaan ADP dan disusul pasokan energi dari EIA.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -