Monday, August 8, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Minyak Mentah Turun Menjauh Dari Puncak Karena Kekhawatiran Masa Depan Ekonomi

Must Read

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen,...

Komoditas minyak mentah di berjangka WTI AS mengalami penurunan dari puncak yang dicapai pada hari Rabu kemarin. Minyak mentah turun menjauh dari 43,50 menuju ke level harga 42,25 selama sesi Asia hari Kamis ini (6/8). Dilansir dari Reuters, salah satu faktor yang menyebabkan harga energi menjauh dari puncak adalah adanya kekhawatiran para pelaku pasar dan investor terhadap gelombang pandmei yang meningkat.

Jika pandemi terus memburuk, maka aktivitas ekonomi bisa kembali dibatasi. Dampaknya kegiatan yang berkaitan dengan energi akan turun dan menyebabkan permintaan minyak mentah turun. Seluruh tangki penyimpanan minyak bisa digunakan semua dan pada akhirnya menyebabkan kelebihan pasokan.

Kondisi seperti ini terjadi pada Maret sampai April kemarin dimana masa-masa awal krisis kesehatan menyebabkan permintaan energi hancur total. Bahkan hal itu juga menyebabkan kontrak berjangka WTI untuk April mengalami penurunan sampai ke level harga nol untuk pertama kali sepanjang sejarah pencatatan harga minyak mentah.

Sementara itu untuk penyebab minyak mentah turun saat ini datang dari apa yang disampaikan oleh The Fed sebelumnya. Dikatakan bahwa ekonomi AS bisa gagal mencapai pemulihan jika kondisi pandemi terus memburuk tanpa perkembangan signifikan. Masalah lain yang membebani energi adalah konflik antara AS dan China yang terus memanas. Terakhir keduanya berseteru pada masalah aplikasi TikTok yang diblokir oleh AS.

Kemudian untuk baru-baru ini, kedua negara bisa kembali terlibat dalam perselisihan yang panas. Karena Taiwan akan melanungkan pertemuan pertama kalinya sejak tahun 1979 lal dengan Amerika Serikat. Tentunya langkah Taiwan itu akan menimbulkan reaksi yang keras dari China. Karena China sendiri sudah menganggap bahwa Taiwan menjadi satu kesatuan dengan kawasan China. AS dan China sendiri juga dirumorkan akan bertemu pada 15 Agustus mendatang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Merosot di Tengah Kekhawatiran Resesi

Harga minyak turun pada hari Senin, melayang di dekat posisi terendah multi-bulan, karena kekhawatiran resesi merusak prospek...

Dolar Perpanjang Kenaikan vs Yen Karena Meningkatnya Taruhan Kenaikan Fed yang Besar

Dolar memperpanjang reli terbaiknya terhadap yen sejak pertengahan Juni pada Senin, didukung oleh imbal hasil Treasury yang lebih tinggi setelah data pekerjaan...

Dolar AS Membukukan Kenaikan Luas Karena Data NFP yang Kuat

Dolar menguat secara keseluruhan pada hari Jumat, mencatatkan persentase kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Juni terhadap yen, setelah laporan penggajian AS yang...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 8 Agustus 2022

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -