Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Nada Risiko Gagal Dimanfaatkan Poundsterling, GBPJPY Tetap Turun Karena Korban Di Inggris Meningkat

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPJPY bearish saat sesi Asia berlangsung di hari Jumat ini (27/3). Permintaan Poundsterling gagal untuk memanfaatkan sentimen perdagangan yang positif beberapa waktu terakhir. Saat ini pasangan bergerak turun di sekitar level harga 132,80 karena kekhawatiran terhadap kondisi Inggris. Pasalnya saat ini jumlah korban positif virus Corona di Inggris terus mengalami peningkatan tajam.

Dilansir dari laporan BBC, jumlah kematian warga Inggris akibat wabah virus Corona mencapai angka 578 atau bertambah 103 jiwa. Sementara itu pejabat kesehatan Inggris mengatakan telah ada konfirmasi kasus sebanyak 11.658.

Kondisi yang terus memburuk akan cukup mengancam masa depan ekonomi Inggris. Hal ini yang menyebabkan permintaan Pound lemah dan membawa GBPJPY bearish saat ini. Industri mobil Inggris yaitu SMMT memprediksi bahwa wabah virus ini akan menyebabkan produksi mobil akan merosot sampai 15%.

Sementara itu dari Jepang, data mengenai inflasi konsumen Tokyo dilaporkan cukup dekat dengan data sebelumnya. Sementara itu BoJ mengajukan penawaran untuk membeli obligasi pemerintah yang memiliki nilai sampai 800 Miliar JPY. Selain itu Menteri Ekonomi yaitu Nishimura lebih memilih tidak menetapkan Tokyo dalam kondisi darurat wabah virus Corona.

Sebenarnya saat ini nada risiko cukup positif terlihat dengan posisi imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang naik menuju ke 0,83%. Pergerakan saham Jepang juga positif dengan kenaikan sampai 2,0 persen sepanjang sesi Asia. Sayangnya Pound tidak mampu memanfaatkan peluang dan menyebabkan GBPJPY bearish.

Para pelaku pasar dan investor selanjutnya mungkin akan terus fokus ke berita tentang virus Corona. Kemarin data penjualan eceran Inggris mengalami penurunan tajam akibat virus Corona. Sementara itu BoE memberikan pernyataan sesuai dengan prediksi awal.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -