Saturday, January 22, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Nilai Inflasi Konsumen Eropa Sesuai Ekspektasi, Euro Berusaha Menguat Kembali

Must Read

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang...

Pergerakan mata uang Euro pada perdagangan hari ini Rabu (17/1) terpantau mengalami peningkatan sekitar sepuluh persen menuju ke level harga perdangan 1.1400 pada pasangan EURUSD. Sementara itu pada pasangan lainnya dengan Poundsterling, Euro turut menguat menuju ke level harga 0.8840. Penguatan ini adalah upaya untuk melawan rilis data inflasi konsumen Eropa yang sesuai denga harapan pasar. Sampai saat ini perdagangan mata uang Euro masih diliputi kekhawatiran pasar karena nilai inflasi yang masih dalam kadar rendah dan diprediksi merupakan dampak negatif dari Brexit.

Rilis data inflasi konsumen Eropa dilaporkan oleh Lembaga Eurostat dengan hasil yang stagnan untuk bulan Desember. Sementara itu inti inflasi konsumen juga bergerak sesuai dengan perkiraan dan sama dengan nilai pada periode lalu. Nilai inflasi tahunan Eropa juga sesuai dengan harapan pasar tetap di angka 1,6 persen. Meskipun nilai inflasi konsumen Eropa terkesan sesuai perkiraan, tapi perlu dipahami bahwa harga kawasan Eropa tetap loyo dan belum mampu menghilangkan sentimen resiko pasar.

Beberapa waktu lalu gubernur bank sentral Eropa juga menyampaikan pernyataan yang isinya berupa peringatan mengenai perlambatan ekonomi di zona Eropa masih bisa berlangsung lebih dalam dari estimasi awal, meskipun tidak sampai menuju ke resesi. Kondisi ekonomi Eropa yang masih penuh kekhawatiran diperburuk dengan dampak buruk keluarnya Inggris dari Uni Eropa ke negara ekonomi besar.

 Resiko paling buruk jika No-Deal Brexit atau Inggris keluar tanpa kesepakatan akan membuat perusahaan dan lapangan kerja di negara ekonomi besar Eropa terancam. Pertumbuhan ekonomi di Jerman sebagai negara ekonomi besar di Eropa pada laporannya memperlihatkan PDB meningkat hanya di angka 1,5 persen Year-on-Year untuk tahun 2018. Angka ini merupakan pencapaian terendah dalam lima tahun .

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Fed Terbitkan Makalah Diskusi tentang Dolar Digital

Federal Reserve AS membuka komentar kepada publik setelah merilis makalah diskusi tentang pro dan kontra dari mata...

EUR/USD Akhirnya Rebound Berkat Membaiknya Sentimen Pasar

Akhirnya pasangan mata uang EUR/USD akhirnya rebound seperti yang sudah diharapkan banyak investor menjelang perdagangan sesi Amerika serikat berkat sentimen pasar yang...

Setelah Tembus Level Tertinggi 2014, Akhirnya Harga Minyak Merosot

Lagi-lagi harga minyak tergelincir lagi pada hari ini setelah berhasil menembus level tertingginya pada tahun 2014 yang lalu. Di sesi sebelumnya, minyak...

Minyak Turun, Investor Mulai Mengambil Keuntungan

Minyak turun pada Jumat pagi di Asia, setelah naik ke level tertinggi tujuh tahun di awal pekan. Investor juga mencerna peningkatan yang...

Dolar Turun, Investor Pantau Inflasi dan Pengetatan Moneter Fed

Dolar melemah pada Jumat pagi di Asia. Kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan bahwa Federal Reserve AS akan memperketat kebijakan moneternya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -