Saturday, February 22, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Optimisme Hubungan AS-China dan AS-Meksiko, Yen Jepang Mulai Ditinggalkan Pasar

Must Read

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS....

Perdagangan Dolar AS terhadap Yen Jepang pada hari Senin kemarin mengalami gap yang tinggi dan ditutup perdagangan harian yang tetap tinggi. Lemahnya Yen disebabkan oleh menurunnya minat pasar terhadap safe haven dengan naiknya harapan tentang negosiasi perdagangan antara AS dengan China. Sementara itu hubungan antara AS dengan Meksiko juga dalam mode dingin setelah Trump membatalkan pemberlakuan tarif.

Sesuai dengan jadwal, seharusnya Trump akan bertemu dengan Presiden China yaitu Xi dan menyampaikan tarif tambahan atas barang China akan diberlakukan jika memang Xi tidak hadir dalam pertemuan G-20 pada bulan ini. Saat ini kabar terbaru mengatakan bahwa hubungan AS dengan beberapa negara konflik yaitu China dan Meksiko sudah mulai menurun. Tarif AS atas barang Meksiko telah ditunda secara resmi tanpa adanya batasan waktu tertentu.

Tapi walaupun secara luas masih dalam suasana cukup optimis tapi pasar tetap dalam kekhawatiran mengenai pemberlakuan tarif tambahan atas barang China dari AS. Saat ini Yen Jepang tetap dalam mode tertekan setelah pengukur sentimen resiko yaitu yield obligasi Treasury AS 10 tahunan mengalami pemulihan menuju ke 2,14 persen dari sebelumnya di 2,12 persen. Sementara itu pada skala 2 tahunan naik dari 1,87 persen menuju ke 1,90 persen dan masih terus bergerak.

Westpac juga memberikan prediksi bahwa penurunan suku bunga oleh Fed pada bulan Agustus saat ini mencapai 85 persen dengan totoal mencapai tiga kali penurunan sampai bulan Mei 2020 mendatang. Untuk perdagangan ke depan pasangan USD terhadap Yen Jepang akan lebih fokus ke data mengenai IHK dan penjualan Ritel AS setelah data NFP AS yang sangat mengecewakan. Dari beberapa data dari AS ini maka akan membuka peluang-peluang pada pasangan USDJPY.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Mundur Karena Kekhawatiran Virus, Mengabaikan Berita Saudi dan Penurunan Pasokan

Permintaan minyak mentah melemah membawa indeks minyak berjangka WTI turun menuju ke level harga 53.60 saat sesi Asia hari...

Emas Melonjak Ke Puncak 2013 Karena Kekhawatiran Perlambatan Global

Harga logam mulia diperdagangkan dengan kenaikan sepanjang empat hari terakhir berturut-turut. Di hari Jumat ini, emas bullish memperpanjang kenaikannya dan saat ini berada di...

AUDUSD Gagal Memulihkan Diri Dari Terendah Satu Dekade Terakhir

Mata uang Dolar Australia sempat berusaha untuk memulihkan diri dari level paling rendah sepuluh tahun terakhir terhadap Dolar AS. Namun secara luas pasangan AUDUSD...

USDJPY Konsolidasi Setelah Sempat Melonjak Menuju Ke Puncak April 2019

Saat ini pasangan mata uang USDJPY konsolidasi bergerak di sekitar level harga 112,00 setelah pembukaan sesi Asia hari Jumat (21/2). Sebelumnya Dolar AS sempat...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 Februari 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -