Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan USD dan membawa pasangan turun dari puncak pada 1,3756. Sampai saat ini penurunan masih terjadi meskipun tampak dalam mode konsolidasi sampai menjelang pembukaan tukar menukar uang Eropa hari ini.

Lagi-lagi berdasarkan analisa hari ini, aksi penurunan GBPUSD mendapatkan dukungan dari posisi imbal hasil obligasi Treasury AS yang lebih tinggi. Sejauh ini imbal hasil obligasi Treasury dalam 10 tahun bergerak naik sampai ke 1,68% dengan titik terendah pada 1,64%. Sementara itu indeks Dolar AS juga bergerak naik menghapus beberapa penurunan Senin kemarin menuju ke 92,20.

Para pelaku pasar dan investor masih sangat berharap pada pemulihan ekonomi AS. Harapan itu didasarkan pada beberapa hal yang terus membantu pemulihan. Di antaranya seperti paket stimulus pemerintah yang sangat besar sekali. Kemudian yang terbaru dana infrastruktur dari Biden meski belum ada kabar lebih lanjut. Vaksinasi skala besar juga menghidupkan optimisme. Tidak heran jika Poundsterling Inggris melemah terhadap Dolar AS saat ini.

Optimisme Inggris Diabaikan

Penurunan GBPUSD jika diamati juga telah mengabaikan dan gagal mengambil manfaat ketika kondisi Inggris terus membaik. Kebijakan lockdown yang sempat berlaku terus diperlonggar dan aktivitas ekonomi juga mulai bangkit kembali. Ini terjadi setelah pemerintah Inggris menjalankan vaksinasi skala besar dan telah berdampak positif.

Momentum Poundsterling Inggris melemah saat ini berikutnya akan diuji oleh data Neraca Perdagangan Inggris FEB. Lalu ada juga data output sektor konstruksi FED dan PDB rata-rata 3 bulan. AS nanti malam juga akan merilis data mengenai inflasi konsumen dan inflasi inti yang bisa jadi signal forex hari ini yang sangat dinanti. 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -