Sunday, March 7, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Optimisme Perdagangan Mendorong Dolar AS Lebih Tinggi Terhadap Yen, Yield AS Membatasi

Must Read

Kenaikan Obligasi Membawa Euro Melemah, EURUSD Akan Fokus Ke Data

Mata uang Euro melemah saat mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa hari Kamis (3/3) melawan Dolar AS. Pelemahan...

Berita Positif Gagal Membantu AUDUSD Untuk Bangkit Dari Penurunan

Saat sesi awal hari Jumat (5/3), tampak pasangan AUDUSD turun dengan nilai yang cukup besar. Pasangan telah...

Kenaikan Pasar Obligasi Memaksa Minyak Mentah Melemah Menghentikan Bullish 14 Bulan

Pergerakan harga minyak mentah global yang dilakukan di WTI AS hari Jumat (5/3) ini tampak mengalami perlambatan...

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen tampak mengalami lonjakan permintaan cukup tinggi. Atas kenaikan ini maka otomatis memangkas penurunan pasangan yang terjadi sebelumnya saat sesi awal Asia hari Kamis (10/10). USDJPY mendaki lebih tinggi menuju ke titik puncak dalam sepekan terakhir. Namun sempat mengalami penolakan beberapa pip pasca lompatan harga.

Pasangan mata uang USDJPY berhasil melakukan pemulihan dari titik paling rendah setelah adanya pembukaan dengan gap turun dalam mingguan. Dolar AS mendapatkan dorongan yang sangat baik setelah adanya kabar mengenai perdagangan AS dengan China. Dikabarkan bahwa pemerintah China masih membuka diri untuk menyetujui kesepakatan dagang secara parsial dengan pemerintah AS.

USDJPY sempat mengalami penurunan yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar sejak hari Rabu kemarin. Pasalnya menjelang pertemuan negosiasi dagang, beredar kabar-kabar yang kurang baik mengenai hubungan AS dengan China. Namun untuk saat ini penurunan-penurunan itu telah tertutup setelah adanya kabar optimisme perdagangan. Kondisi ini menyebabkan aset safe haven seperti Yen Jepang cukup terbebani.

Optimisme perdagangan ini terjadi setelah adanya kabar dari Bloomberg bahwa pemerintah AS terus mencoba mempertimbangkan untuk melakukan kesepakatan mengenai mata uang dengan pemerintah China. Kesepakatan ini sebagai salah satu bentuk kesepakatan parsial. Namun sayangnya lemahnya permintaan pada USD membatasi kenaikan USDJPY untuk lebih tinggi lagi.

Dari sisi lain, kemarin juga telah rilis risalah pertemuan FOMC yang menampilkan pernyataan yang hawkish. Namun walaupun demikian greenback tampak terus berjuang untuk mendapatkan dorongan-dorongan kenaikan. Pasalnya tolak ukur sentimen risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS sedang mengalami penurunan. Hal ini memaksa greenback untuk masuk ke mode defensif. Permintaan Dolar AS yang terbatas ini akan membatasi lonjakan USDJPY lebih lanjut.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenaikan Obligasi Membawa Euro Melemah, EURUSD Akan Fokus Ke Data

Mata uang Euro melemah saat mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa hari Kamis (3/3) melawan Dolar AS. Pelemahan...

Berita Positif Gagal Membantu AUDUSD Untuk Bangkit Dari Penurunan

Saat sesi awal hari Jumat (5/3), tampak pasangan AUDUSD turun dengan nilai yang cukup besar. Pasangan telah kehilangan kenaikan sampai 0,37% menuju...

Kenaikan Pasar Obligasi Memaksa Minyak Mentah Melemah Menghentikan Bullish 14 Bulan

Pergerakan harga minyak mentah global yang dilakukan di WTI AS hari Jumat (5/3) ini tampak mengalami perlambatan aksi bullish. Minyak mentah melemah...

Penurunan Berusaha Dihapus, USDCAD Memanfaatkan Kenaikan Yield Obligasi AS

Saat sesi awal kawasan Eropa di hari Jumat (5/3) pasangan USDCAD naik dan berusaha menghapuskan bias bearish yang dicatatkan sebelumnya. Dolar AS...

Lonjakan Imbal Hasil Membawa USDJPY Bullish Meski Pasar Saham Juga Memerah

Pasangan mata uang USDJPY bullish lebih tinggi saat sesi pertengahan kawasan Eropa berlangsung hari Jumat (5/3). Dolar AS menerima banyak sekali dukungan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -