Wednesday, February 26, 2020
No menu items!
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Optimisme Perdagangan Mendorong Dolar AS Lebih Tinggi Terhadap Yen, Yield AS Membatasi

Must Read

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan...

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen tampak mengalami lonjakan permintaan cukup tinggi. Atas kenaikan ini maka otomatis memangkas penurunan pasangan yang terjadi sebelumnya saat sesi awal Asia hari Kamis (10/10). USDJPY mendaki lebih tinggi menuju ke titik puncak dalam sepekan terakhir. Namun sempat mengalami penolakan beberapa pip pasca lompatan harga.

Pasangan mata uang USDJPY berhasil melakukan pemulihan dari titik paling rendah setelah adanya pembukaan dengan gap turun dalam mingguan. Dolar AS mendapatkan dorongan yang sangat baik setelah adanya kabar mengenai perdagangan AS dengan China. Dikabarkan bahwa pemerintah China masih membuka diri untuk menyetujui kesepakatan dagang secara parsial dengan pemerintah AS.

USDJPY sempat mengalami penurunan yang disebabkan oleh kekhawatiran pasar sejak hari Rabu kemarin. Pasalnya menjelang pertemuan negosiasi dagang, beredar kabar-kabar yang kurang baik mengenai hubungan AS dengan China. Namun untuk saat ini penurunan-penurunan itu telah tertutup setelah adanya kabar optimisme perdagangan. Kondisi ini menyebabkan aset safe haven seperti Yen Jepang cukup terbebani.

Optimisme perdagangan ini terjadi setelah adanya kabar dari Bloomberg bahwa pemerintah AS terus mencoba mempertimbangkan untuk melakukan kesepakatan mengenai mata uang dengan pemerintah China. Kesepakatan ini sebagai salah satu bentuk kesepakatan parsial. Namun sayangnya lemahnya permintaan pada USD membatasi kenaikan USDJPY untuk lebih tinggi lagi.

Dari sisi lain, kemarin juga telah rilis risalah pertemuan FOMC yang menampilkan pernyataan yang hawkish. Namun walaupun demikian greenback tampak terus berjuang untuk mendapatkan dorongan-dorongan kenaikan. Pasalnya tolak ukur sentimen risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS sedang mengalami penurunan. Hal ini memaksa greenback untuk masuk ke mode defensif. Permintaan Dolar AS yang terbatas ini akan membatasi lonjakan USDJPY lebih lanjut.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Jerman: Boerse Stuttgart Melisting Short ETP Bitcoin

Investor yang mencari cara untuk melakukan Short Bitcoin (BTC) kini memiliki opsi baru di Jerman. Pada 25...

Dolar AS Mereda seiring Pasar yang Berjuang Kembali Pasca Aksi Jual Tajam

Dolar melemah pada hari Selasa menyusul kenaikan kuat baru-baru ini di tengah ekspektasi tinggi bahwa pukulan yang diantisipasi untuk pertumbuhan ekonomi dari...

EURUSD Berusaha Memperpanjang Pemulihan, Kabar Virus Corona Menjadi Penentu Utama

Pasangan mata uang EURUSD terus berusaha untuk memperpanjang pemulihan yang sempat dibangun sebelumnya. Saat ini Euro bullish membawa pasangan naik menuju ke level harga...

Pembaruan Risiko Mendorong Poundsterling Pulih, Fokus Ke Berita Brexit Inggris-Uni Eropa

Pergerakan pada pasangan mata uang GBPUSD saat ini telah mengalami pemulihan tipis 0,10 persen menuju ke level harga 1,2940. Pemulihan Poundsterling hari ini terjadi...

Emas Turun Dari Puncak 7 Tahun Setelah Pembaruan Risiko Terkait Virus Corona

Pergerakan harga emas melemah menuju ke level harga 1,649 saat setelah pembukaan sesi Asia di hari Selasa (25/2). Sepanjang sesi awal kawasan Asia emas...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -