Pasar Pesimis Tentang Brexit, Poundsterling Tertekan Kembali
Home / berita / Berita Harian Forex / Pasar Pesimis Tentang Brexit, Poundsterling Tertekan Kembali

Pasar Pesimis Tentang Brexit, Poundsterling Tertekan Kembali

Perdagangan mata uang hari Rabu (9/1) terlihat Poundsterling tertekan dan hanya mampu naik tipis saja. Kenaikan tipis ini terpantau pada pasangan mata uang Poundsterling dengan Dolar AS yang menuju ke level harga 1.2772. Kondisi pada pasangan GBPUSD ini terjadi pada sesi perdagangan kawasan Eropa dan masih terlihat akan ada penerusan trend seperti hari kemarin.

Salah satu pejabat tinggi memberikan pernyataan bawah kesepakatan Brexit yang diajukan oleh PM May sangat kecil peluangnya untuk lolos. Kabar ini membuat Poundsterling tertekan melawan beberapa mata uang lain dan harus rela menahan kenaikannya.

PM May juga terus melakukan dialog dengan anggora Parlemen Inggris bahwa jika tidak meloloskan proposal kesepakatan Breixt maka tidak akan ada kesepatakan pisah yang baru dari Uni Eropa. Dialog bernada ancaman dari May tersebut terus terdengar, terlebih saat menjelang voting parlemen yang akan dilaksanakan pada 15 Januari nanti. Memang ada beberapa kesepakatan alternatif yang bisa dipilih tapi itu dinilai tidak begitu menguntungkan bagi rakyat Inggris.

Beberapa jalan alternatif memang sempat tenar di Inggris seperti referendum Brexit dan juga Inggris keluar tanpa ada kesepakatan khusus. Tapi pihak Uni Eropa memberikan penegasan bahwa tak ada konsesi tambahan untuk Inggris mendekati deadlinenya tanggal 29 Maret nanti. Memang sampai saat ini pemerintah Inggris masih tidak memilih jalan alternatif tersebut.

Dari berita pembaruan mengenai Brexit membuat Poundsterling tertekan dan tidak mampu bergerak melawan mata uang lain seperti pada pasangan EURGBP. Posisi pasangan ini hanya bergerak di kawasan level harga 0.8992 saja. Sebelumnya Euro sendiri juga sempat tertekan akibat data ekonomi Jerman yang lemah sehingga muncul kekhawatiran perlambatan ekonomi Eropa. Data Jerman tersebut diduga sangat dipengaruhi oleh masalah dagang AS-China dan menurunnya permintaan pasar global.

About Wida Yodik

Check Also

euro

Euro Melemah Karena Terbebani Ekonomi yang Suram

Euro mencapai level terendah dalam tujuh minggu terhadap pound dan jatuh terhadap dolar AS pada …