Monday, December 6, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Pencalonan Jerome Powell Buat Dolar Menguat, EURO Melemah Dikarenakan Lockdown di Eropa

Must Read

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun...

Beberapa waktu lalu, Presiden Joe Biden menjadikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebagai salah satu calon jabatan kedua dalam masa jabatan untuk 4 tahun ke depan. Hal tersebut berdampak pada US Dolar yang menguat. Lalu masih ada EURO yang melemah drastis dikarenakan pengetatan di Eropa terkait dengan Covid yang meningkat.

“Terlihat sekali jika masih Powell berpeluang jika suku bunga AS dinaikkan. Lalu nantinya, Powell masih menjadi Ketua Fed dan bagi dolar, hal seperti ini sangat positif sekali,” kata analis pasar senior di Western Union, Joe Manimbo.

Pada Selasa (23/11) Indeks dolar mengalami penguatan sebesar 0,42% dan berubah ke posisi 95,53. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2020. Sedangkan dengan Euro malah mengalami penurunan sebesar 0,58% dan berada di posisi $1,1233. Angka ini menjadi yang paling lemah sejak bulan Juli 2020.

Melemahnya Euro tersebut pastinya bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah dikarenakan kekhawatiran atas pemberlakuan lockdown kembali di Eropa. Salah satunya di Austria yang sudah menerapkan lockdown penuh. Lalu ada Jerman yang tengah mempertimbangkan untuk ikut dalam kebijakan tersebut.

Laporan forex news menyebut bahwa Brainard dan Powell sudah mencatat imbal balik dari korosif inflasi yang tinggi pada ekonomi AS. Kemudian apa yang terjadi setelahnya menjadi tanda laju kenaikan harga yang cepat. Bahkan saat ini, sudah menjadi prioritas utama bagi bank sentral.

Sedangkan dengan The Fed dikabarkan sudah merilis risalah dari kebijakan yang sudah dilaksanakan pada 2-3 November lalu. Kemudian kebijakan tersebut yang menjadi indikasi baru. Sehingga hal tersebut yang bisa mempercepat kenaikan siku bunga.

Sementara itu, dolar diketahui juga mengalami kenaikan 0,79% terhadap safe haven yen Jepang dan kini berubah menjadi 114,93. Angka tersebut hampir menyentuh angka tertinggi 4-1/2 tahun yakni 114,97 yang dicatat pada 17 November lalu. Terakhir ada Greenback yang menguat pada 0,55% dan mencapai level tertinggi dalam 7 minggu C$1,27 terhadap dolar Kanada.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Emas Naik, Investor Menunggu Langkah Fed Selanjutnya

Emas naik pada Senin pagi di Asia, dengan investor terus mencerna laporan AS yang beragam dan mempertimbangkan...

Minyak Naik Lebih dari $1 Setelah Kenaikan Harga di Saudi

Harga minyak naik lebih dari $ 1 per barel pada Senin setelah eksportir utama Arab Saudi menaikkan harga minyak mentahnya yang dijual...

FTX Rilis Proposal Regulasi Kripto sebelum Sidang Kongres AS

Pertukaran cryptocurrency yang berbasis di Bahama, FTX, merilis daftar prinsip dan proposal untuk membantu pembuat kebijakan membangun kerangka peraturan. Kebijakan tersebut merekomendasikan...

Jatuhnya Harga Minyak Telah Mengajarkan Shale AS Pelajaran Berharga

Koreksi harga minyak besar-besaran pada November 2021, yang ternyata menjadi bulan terburuk untuk minyak mentah sejak Maret 2020, terjadi tepat ketika produsen...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 6 Desember 2021

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -