Sunday, May 29, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Pencalonan Jerome Powell Buat Dolar Menguat, EURO Melemah Dikarenakan Lockdown di Eropa

Must Read

Bank Dunia tidak akan Dukung Hub Kripto Republik Afrika Tengah

Bank Dunia telah mengisyaratkan keprihatinannya atas Republik Afrika Tengah (CAR) yang mengadopsi Bitcoin (BTC) sebagai mata uang...

Minyak Turun di Tengah Kekhawatiran Pasokan Global

Harga minyak sedikit turun di awal perdagangan Asia pada hari Jumat, setelah melonjak ke level tertinggi dua...

BoJ: Inflasi Jepang akan Tetap Sekitar 2% Selama Setahun

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Jumat bahwa inflasi konsumen inti negara itu...

Beberapa waktu lalu, Presiden Joe Biden menjadikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebagai salah satu calon jabatan kedua dalam masa jabatan untuk 4 tahun ke depan. Hal tersebut berdampak pada US Dolar yang menguat. Lalu masih ada EURO yang melemah drastis dikarenakan pengetatan di Eropa terkait dengan Covid yang meningkat.

“Terlihat sekali jika masih Powell berpeluang jika suku bunga AS dinaikkan. Lalu nantinya, Powell masih menjadi Ketua Fed dan bagi dolar, hal seperti ini sangat positif sekali,” kata analis pasar senior di Western Union, Joe Manimbo.

Pada Selasa (23/11) Indeks dolar mengalami penguatan sebesar 0,42% dan berubah ke posisi 95,53. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak Juli 2020. Sedangkan dengan Euro malah mengalami penurunan sebesar 0,58% dan berada di posisi $1,1233. Angka ini menjadi yang paling lemah sejak bulan Juli 2020.

Melemahnya Euro tersebut pastinya bukan tanpa sebab. Salah satunya adalah dikarenakan kekhawatiran atas pemberlakuan lockdown kembali di Eropa. Salah satunya di Austria yang sudah menerapkan lockdown penuh. Lalu ada Jerman yang tengah mempertimbangkan untuk ikut dalam kebijakan tersebut.

Laporan forex news menyebut bahwa Brainard dan Powell sudah mencatat imbal balik dari korosif inflasi yang tinggi pada ekonomi AS. Kemudian apa yang terjadi setelahnya menjadi tanda laju kenaikan harga yang cepat. Bahkan saat ini, sudah menjadi prioritas utama bagi bank sentral.

Sedangkan dengan The Fed dikabarkan sudah merilis risalah dari kebijakan yang sudah dilaksanakan pada 2-3 November lalu. Kemudian kebijakan tersebut yang menjadi indikasi baru. Sehingga hal tersebut yang bisa mempercepat kenaikan siku bunga.

Sementara itu, dolar diketahui juga mengalami kenaikan 0,79% terhadap safe haven yen Jepang dan kini berubah menjadi 114,93. Angka tersebut hampir menyentuh angka tertinggi 4-1/2 tahun yakni 114,97 yang dicatat pada 17 November lalu. Terakhir ada Greenback yang menguat pada 0,55% dan mencapai level tertinggi dalam 7 minggu C$1,27 terhadap dolar Kanada.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bank Dunia tidak akan Dukung Hub Kripto Republik Afrika Tengah

Bank Dunia telah mengisyaratkan keprihatinannya atas Republik Afrika Tengah (CAR) yang mengadopsi Bitcoin (BTC) sebagai mata uang...

Minyak Turun di Tengah Kekhawatiran Pasokan Global

Harga minyak sedikit turun di awal perdagangan Asia pada hari Jumat, setelah melonjak ke level tertinggi dua bulan di sesi sebelumnya karena...

BoJ: Inflasi Jepang akan Tetap Sekitar 2% Selama Setahun

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda mengatakan pada hari Jumat bahwa inflasi konsumen inti negara itu kemungkinan akan tetap berada di...

Binance Tandatangani MOU dengan Kazakhstan untuk Adopsi dan Regulasi Kripto

Pertukaran Cryptocurrency Binance telah menandatangani nota kesepahaman, atau MOU, dengan pemerintah Kazakhstan untuk meningkatkan “pengembangan pasar aset virtual” di negara Asia Tengah.

Dolar Tertekan Pedagang yang Kurangi Taruhan pada Pengetatan Fed

Dolar AS melemah pada hari Kamis karena pasar mempertimbangkan apakah Federal Reserve akan memperlambat atau bahkan menghentikan siklus pengetatannya pada paruh kedua...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -