Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Politik Inggris Penuh Ketidakpastian, Poundsterling Inggris Sangat Terbebani

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Perdagangan pasangan mata uang antara Poundsterling Inggris terhadap Dolar AS hari ini mulai tampak mampu menerobos area kondolidasi saat sesi dagang kawasan Asia. Pound semakin terkonfirmasi akan meneruskan penurunannya karena naiknya rasa khawatir dikalangan pedagang mengenai Brexit. Saat ini kabar terbaru mengatakan bahwa Perdana Menteri May akan mengundurkan diri dari kursi kepemimpinannya. Hal ini sangat membebani pergerakan Pound beberapa waktu terakhir yang berdampak penurunan pasangan GBPUSD.

Poundsterling Inggris dalam tekanan kuat setelah proposal mengenai Brexit yang diajukan oleh PM May direspon dengan kekecewaan oleh anggota Parlemen. Mereka sangat kecewa dengan isi proposal yaitu 10 poin utama yang tidak ada perbedaan dengan proposal sebelumnya dan lebih condong ke referendum Brexit yang kedua. Kekhawatiran perpolitikan Inggris akan semakin meningkat saat PM May mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Jumat mendatang.

Dari tempat lain, saat ini hubungan perdagangan antara AS dengan China terus mengalami peningkatan dan membebani aset-aset beresiko seperti Poundsterling Inggris ini. Kondisi ini sudah tergambarkan pada ekuitas kawasan Asia yang terus dalam bias negatif dan imbal hasil Treasury yang lemah. Ketegangan memuncak ketika AS memberikan desakan kepada perusahaan asal Korea Selatan untuk tidak menerima produk-produk dari Huawei asal China. Hal ini akan semakin memperuncing hubungan antara AS dengan China.

Untuk perdagangan ke depan resiko penurunan masih terlihat sangat jelas karena politik Inggris sangat membebani perdagangan. Pembaruan kabar seputar hubungan perdagangan antara AS dengan China juga menjadi tujuan utama pasar saat ini. Untuk Dolar AS sendiri akan menghadapi rilis risalah hasil rapat FOMC mengenai kebijakan moneter yang dibarengi oleh data IMP Markit dan penjualan rumah baru.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -