Sunday, December 6, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Inggris Menguat Walaupun Politik Inggris Memanas, GBPUSD Fokus Ke Data AS

Must Read

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor.

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan...

Permintaan mata uang Poundsterling Inggris menguat beberapa waktu terakhir menjelang pembukaan sesi kawasan Eropa di hari Senin (23/12). Pasangan GBPUSD mulai mampu bangkit dari penurunan yang terjadi sejak pekan kemarin walaupun dinamika politik Inggris sedang pesimis. Pasangan berhasil pulih dan mendaki menuju ke level harga 1,3010 untuk saat ini.

Politik Inggris kembali memanas dan meruntuhkan optimisme sebelumnya setelah PM Boris berhasil meloloskan RUU Brexit di parlemen Inggris. Tapi parlemen sampai saat ini belum mengesahkan RUU itu namun sangat sedikit sekali peluang untuk ditolak karena sebagian besar anggota parlemen adalah Tories. Tapi Poundsterling Inggris menguat dengan baik walaupun pesimisme meluas seputar Brexit.

Sementara itu mantan MP Konservatif yaitu Ken Clarke mengkritik kinerja PM Boris yang hanya menyampaikan promosi ide saja tanpa detail yang lebih jelas mengenai Brexit. Selain itu Clarke juga mengatakan senada dengan Independent bahwa pimpinan Tory tidak memiliki kekuasaan yang penuh dalam pemerintahannya sendiri.

Nada-nada pesimis juga datang dari komentar Presiden Trump kepada Inggris. Dia mengatakan bahwa tidak perlu membahas masalah perubahan iklim jika melakukan pembicaraan dagang antara AS dan Inggris. Padahal sudah beberapa kali Presiden Trump memberikan pujian kepada PM Boris sebelum dilakukannya pemilihan umum.

Momentum Poundsterling Inggris menguat saat ini mungkin terbantu adanya gelombang penjualan di sekitar Dolar AS beberapa waktu terakhir. Kabar terbaru mengatakan bahwa walaupun sudah ada kesepakatan dagang antara AS dan China, tapi itu semua tidak bisa meredakan ketegangan politik kedua negara. Presiden Xi kembali memberikan peringatan kepada AS untuk tidak ikut campur pada masalah dalam negeri di China.

Pergerakan GBPUSD selanjutnya mungkin masih sangat terbatas, mengingat tidak ada rilis data ekonomi dari Inggris. Tapi beberapa data dari AS mungkin akan bisa menjadi katalis penggerak menjelang libur natal tahun ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

BoC: Kanada dapat Meluncurkan CBDC Lebih Cepat dari yang Diperkirakan

Timothy Lane, wakil gubernur Bank of Canada (BoC) dan kepala penelitian di departemen fintech dan crypto bank,...

Stripe akan Menawarkan Rekening Bank, dengan Bantuan dari Goldman Sachs dan Citi

Raksasa pembayaran online dan pemilik Cash App, Stripe, telah melangkah ke ranah baru layanan keuangan untuk vendor. Menurut Wall...

AUDUSD Kembali Bullish Karena Dolar AS Bearish Lebih Lama Lagi

Mata uang Dolar Australia naik kembali di sesi Asia melawan Dolar AS. Bahkan Dolar Australia berhasil mengabaikan data dalam negeri yang dilaporkan...

GBPUSD Naik Tinggi Mengabaikan Kekhawatiran Brexit Karena Optimisme Global Menguasai

Pasangan mata uang GBPUSD naik lebih tinggi dan sepertinya berusaha kembali mencetak level yang lebih tinggi lagi. Poundsterling Inggris akan memulihkan diri...

EURUSD Bullish Ketika Ekonomi Eropa Pulih dan Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS

Pergerakan mata uang Euro bullish sangat tinggi ketika berhadapan melawan Dolar AS. Saat menjelang pembukaan pasar Eropa di hari Kamis ini (3/12)...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -