Friday, July 1, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Menguat Mengabaikan Lockdown, Optimisme Brexit Membantu GBPJPY Bullish

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Mata uang Poundsterling Inggris naik mengabaikan semua bias bearish yang dicatatkan hari Senin kemarin. Kenaikan permintaan mata uang Pound ini berhasil juga mengabaikan langkah lockdown yang diambil oleh pemerintah Inggris. Hal ini membawa pasangan GBPJPY hari ini melonjak menuju ke nilai tukar 135,35 dari terendah di 134,87 dan lebih tinggi dari puncak hari Senin di 135,20.

Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga memberikan komentar mengenai langkah ini. Dia mengatakan pemerintah terus berperang melawan pandemi virus Corona. Saat ada perubahan data, tentu saja dia akan melakukan perubahan arah yang dibutuhkan. Mulai hari Kamis mendatang, beberapa bisnis yang bukan sektor vital harus ditutup seperti tempat ibadah, gym dan lain-lain.

Meski Poundsterling Inggris naik, namun sebenarnya kekhawatiran terhadap masa depan ekonomi Inggris masih tinggi. Dikhawatirkan ekonomi akan mengalami penurunan yang cukup dalam. Lockdown mungkin akan membawa data pertumbuhan pada kuartal keempat jatuh ke zona negatif yang lebih suram. Meskipun kebijakan lockdown itu juga tidak sekeras yang dilakukan pada gelombang pertama bulan Maret-April kemarin.

Kemudian para pelaku pasar dan investor di sekitar pasangan GBPJPY akan mencoba terus fokus pada beberapa masalah utama seperti Brexit. Banyak yang menaruh harapan akan ada kesepakatan Brexit antara Inggris dan Uni Eropa. Terutama setelah hari Senin kemarin dilaporkan kedua belah pihak bisa menyelesaikan perbedaan pendapat. Meski beberapa masalah masih akan dibicarakan lebih lanjut lagi.

Kemungkinan optimisme Brexit inilah yang membantu Poundsterling Inggris naik. Selain itu nada risiko global juga sedang positif meski ada kehati-hatian menjelang acara utama pemilihan Presiden AS. Kontrak berjangka S&P 500 mampu mencatatkan kenaikan yang mengkonfirmasi bias bullish GBPJPY saat sesi Asia hari ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -