Thursday, August 13, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Poundsterling Terus Lemah Terhadap USD, Menunggu Sikap BoE

Must Read

Greater Bay Area Hong Kong akan Meluncurkan Yuan Digital China

Yuan digital China, yang juga dikenal sebagai pembayaran elektronik mata uang digital, atau proyek DCEP, akan diluncurkan...

Google Ads Gagal Melindungi Orang Dari Penipuan Crypto

Pengguna pertukaran desentralisasi Uniswap dapat mengalami risiko berkat Google Ads yang baru. "PERINGATAN MENDESAK...

Peringatan Tether Peter Brandt Tidak Menyenangkan, Tapi Tidak Jelas

"Tether adalah sebuah crash yang menunggu untuk terjadi," Brandt men-tweet pada 10 Agustus, dalam menanggapi postingan terpisah...

Mata uang Poundsterling Inggris terus mengalami pelemahan menuju ke titik paling rendah dalam 31 bulan terakhir terhadap USD. Saat ini pasangan GBPUSD sedang berada di sekitar level harga 1,21 saat sesi Asia masih berlangsung di hari Kamis (1/8). USD mengalami minat beli cukup tinggi setelah semalam bank sentral AS memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Namun sayangnya walaupun dipangkas sesuai harapan, Fed memberikan peringatan pada harapan pelonggaran kebijakan moneter lanjutan pada pertemuan selanjutnya. Pernyataan inilah yang menyebabkan permintaan di sekitar USD mengalami lonjakan cukup tinggi.

Sementara itu dari sisi Poundsterling Inggris akan lebih menunggu kebijakan moneter dari bank sentral Inggris. BoE diprediksi akan menghapus ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter pasar walaupun sampai saat ini Brexit tanpa kesepakatan membuat prospek ekonomi terus memburuk. Bank sentral Inggris diprediksi akan memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunganya pada 0,75 persen pada pertemuan yang akan datang.

Poundsterling Inggris sendiri akan mampu mengalami kenaikan jika memang pada pertemuan bank sentral terus memberikan penekanan untuk menaikkan suku bunga jika ekonomi memadai. Walaupun pasar selalu meremehkan kesediaan bank sentral untuk mengetatkan kebijakannya. Mungkin sisi hawkish BoE terlihat berat karena terbebani oleh resiko Brexit tanpa kesepakatan yang terus menghantui.

Kabar terbaru mengenai polemik Brexit adalah bahwa PM Boris akan tetap mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa pada 31 Oktober mendatang jika memang Brussels tidak bersedia melakukan pembicaraan kembali.

Kondisis Pound yang terus hancur bahkan mencapai titik paling rendah dalam 2,5 tahun terakhir akan membuat BoE menghindari sikap yang dovish berlebihan. Jika tidak maka akan semakin membuat Pound lemah dan dampaknya ke inflasi impor yang melonjak tajam.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Greater Bay Area Hong Kong akan Meluncurkan Yuan Digital China

Yuan digital China, yang juga dikenal sebagai pembayaran elektronik mata uang digital, atau proyek DCEP, akan diluncurkan...

Google Ads Gagal Melindungi Orang Dari Penipuan Crypto

Pengguna pertukaran desentralisasi Uniswap dapat mengalami risiko berkat Google Ads yang baru. "PERINGATAN MENDESAK BAGI SIAPA PUN YANG MENGGUNAKAN...

Peringatan Tether Peter Brandt Tidak Menyenangkan, Tapi Tidak Jelas

"Tether adalah sebuah crash yang menunggu untuk terjadi," Brandt men-tweet pada 10 Agustus, dalam menanggapi postingan terpisah melihat kapitalisasi pasar USDT dan...

Penambang Crypto Malaysia Tertangkap Mencuri Listrik Dari Negara

Polisi Malaysia menangkap empat operator penambangan cryptocurrency setelah menemukan bahwa mereka mencuri listrik dari perusahaan listrik milik negara, Sarawak Energy Berhad, atau...

Yam Mengalami Pemadaman Teknis Setelah Tuduhan Penipuan

Yam finance (YAM), mode terbaru di ruang crypto, baru-baru ini memperingatkan publik tentang bug teknis yang memengaruhi ekosistemnya. "Kami...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -