Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Prediksi Inflasi di Depan Mata Sebabkan Greenback Kurang Gairah

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Dollar AS turun di sesi perdagangan Rabu (5/1) sebesar 0,38% ke angka 95,8. Mata uang tersebut turun akhirnya turun setelah kokoh di leverl tinggi. Ada beberapa hal yang menyebabkannya dan tidak bisa dilepaskan dari kondisi perekonomian negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 yang memunculkan varian Omicron juga diduga menjadi salah satu penyebabnya.

The Fed Sudah Memprediksinya

Kesimpulan rapat The Fed menggarisbawahi perihal kebijakan dari para petinggi bank sentral mengenai inflasi yang sudah diprediksi datang. Sudah seharusnya para petinggi tersebut membuat kebijakan yang mampu meredam tingkat inflasi agar tidak terlalu berpengaruh bagi perekonomian AS.

Salah satu kebijakan yang disorot, yaitu kenaikan suku bunga yang pada bulan Maret nanti sebesar seperempat poin dan di bulan Mei tahun ini bisa satu poin penuh. Presiden The Fed Minneapolis, Neil Kaskhari mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga dua kali pada tahun ini hingga di bulan Mei nanti dibutuhkan untuk mengimbangi tingkat inflasi yang bisa menyebabkan Dollar AS turun. Kaskhari menambahkan pihaknya harus sebisa mungkin menjaga suku bunga di kisaran nol hingga tahun 2024 nanti.

ADP Employment Change Gagal Memberikan Dungan

Optimisme yang dinyatakan The Fed sepertinya tidak bisa mengubah dukungan bagi penguatan nilai dollar AS. Buktinya, data dari ADP Employment Change menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor ekonomi AS sudah melebihi harapan yang digaungkan. Salah satu yang terasa adalah pertumbuhan di sektor swasta yang naik signifikan.

Ketua ekonom dari ADP Employment, Nela Richardson mengatakan bahwa penyebab tumbuhnya sektor swasta tersebut dikarenakan para pelaku pasar sudah mulai melupakan pandemi yang sebelumnya diisi oleh varian Delta. Sementara hingga sekarang, varian Omicron belum dirasakan dampak buruknya. Oleh karena itu, pihaknya berharap kondisi semacam ini tetap dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi di AS secara umum meningkat.

Meskipun optimisme dan pertumbuhan di sektor swasta meningkat, tetapi bayangan inflasi di AS yang sudah di depan mata tidak bisa dibiarkan begitu saja. Isu inflasi yang menjadi penyebab utama Dollar AS turun kali ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -