Saturday, December 3, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Prediksi Inflasi di Depan Mata Sebabkan Greenback Kurang Gairah

Must Read

FTX Jepang Berencana untuk Mengembalikan Dana Klien

Anak perusahaan Jepang dari pertukaran kripto FTX yang sekarang sudah tidak berfungsi telah keluar dengan roadmap untuk...

Emas Stabil di Atas $1.800 Menjelang Data NFP AS

Harga emas stabil di sekitar level tertinggi multi-bulan pada hari Jumat karena pasar berjongkok jelang data payrolls...

Presiden ECB Peringatkan Beberapa Kebijakan Fiskal di Eropa dapat Memicu Kelebihan Permintaan

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan pada hari Jumat bahwa beberapa kebijakan fiskal pemerintah Eropa...

Dollar AS turun di sesi perdagangan Rabu (5/1) sebesar 0,38% ke angka 95,8. Mata uang tersebut turun akhirnya turun setelah kokoh di leverl tinggi. Ada beberapa hal yang menyebabkannya dan tidak bisa dilepaskan dari kondisi perekonomian negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, kondisi pandemi Covid-19 yang memunculkan varian Omicron juga diduga menjadi salah satu penyebabnya.

The Fed Sudah Memprediksinya

Kesimpulan rapat The Fed menggarisbawahi perihal kebijakan dari para petinggi bank sentral mengenai inflasi yang sudah diprediksi datang. Sudah seharusnya para petinggi tersebut membuat kebijakan yang mampu meredam tingkat inflasi agar tidak terlalu berpengaruh bagi perekonomian AS.

Salah satu kebijakan yang disorot, yaitu kenaikan suku bunga yang pada bulan Maret nanti sebesar seperempat poin dan di bulan Mei tahun ini bisa satu poin penuh. Presiden The Fed Minneapolis, Neil Kaskhari mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga dua kali pada tahun ini hingga di bulan Mei nanti dibutuhkan untuk mengimbangi tingkat inflasi yang bisa menyebabkan Dollar AS turun. Kaskhari menambahkan pihaknya harus sebisa mungkin menjaga suku bunga di kisaran nol hingga tahun 2024 nanti.

ADP Employment Change Gagal Memberikan Dungan

Optimisme yang dinyatakan The Fed sepertinya tidak bisa mengubah dukungan bagi penguatan nilai dollar AS. Buktinya, data dari ADP Employment Change menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor ekonomi AS sudah melebihi harapan yang digaungkan. Salah satu yang terasa adalah pertumbuhan di sektor swasta yang naik signifikan.

Ketua ekonom dari ADP Employment, Nela Richardson mengatakan bahwa penyebab tumbuhnya sektor swasta tersebut dikarenakan para pelaku pasar sudah mulai melupakan pandemi yang sebelumnya diisi oleh varian Delta. Sementara hingga sekarang, varian Omicron belum dirasakan dampak buruknya. Oleh karena itu, pihaknya berharap kondisi semacam ini tetap dipertahankan agar pertumbuhan ekonomi di AS secara umum meningkat.

Meskipun optimisme dan pertumbuhan di sektor swasta meningkat, tetapi bayangan inflasi di AS yang sudah di depan mata tidak bisa dibiarkan begitu saja. Isu inflasi yang menjadi penyebab utama Dollar AS turun kali ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

FTX Jepang Berencana untuk Mengembalikan Dana Klien

Anak perusahaan Jepang dari pertukaran kripto FTX yang sekarang sudah tidak berfungsi telah keluar dengan roadmap untuk...

Emas Stabil di Atas $1.800 Menjelang Data NFP AS

Harga emas stabil di sekitar level tertinggi multi-bulan pada hari Jumat karena pasar berjongkok jelang data payrolls utama AS yang dapat menjadi...

Presiden ECB Peringatkan Beberapa Kebijakan Fiskal di Eropa dapat Memicu Kelebihan Permintaan

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan pada hari Jumat bahwa beberapa kebijakan fiskal pemerintah Eropa dapat menyebabkan kelebihan permintaan, dan...

Mata Uang Asia Berhati-hati Menjelang Data Pekerja AS (NFP)

Sebagian besar mata uang Asia bergerak sedikit pada hari Jumat karena kehati-hatian muncul menjelang data gaji AS yang kemungkinan akan mempengaruhi kebijakan...

Fantom Akan Pangkas Burn Rate Sebesar 75% untuk Danai Program Hadiah dApps

Menurut proposal baru tertanggal 1 Desember, jaringan grafik akrilik terarah Fantom berupaya menerapkan program afiliasi untuk aplikasi terdesentralisasi, atau dApps, pengembang dengan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -