Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Risk On Berlaku Karena Berita Uji Obat Virus Corona, GBPUSD Kembali Bergerak Positif

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Saat ini pasangan mata uang GBPUSD mampu mencatatkan kinerja positif dengan mengalami kenaikan sebesar 0,30% mendekati pembukaan sesi dagang kawasan Eropa hari Jumat (17/4). Permintaan Poundsterling menguat beberapa saat namun pada akhirnya harus kembali terjungkal dan berada di bawah level harga utama 1.2500. Dengan kenaikan moderat tersebut, pasangan berhasil mematahkan penurunan dua hari berturut-turut.

Penyebab utama mungkin adalah nada penjualan yang berlaku di sekitar Dolar AS. Pasalnya greenback baru-baru ini mulai ditinggalkan sepanjang sesi Asia setelah ada berita uji obat virus Corona yaitu Remdesivir Gilead Sciences. Rilis berita kemampuan obat tersebut mendorong pemulihan risiko yang sangat signifikan dan membantu Poundsterling menguat untuk saat ini.

Dorongan pemulihan risiko global juga datang dari sikap Presiden Trump yang telah siap membuka kembali semua aktivitas ekonomi di kawasan AS. Walaupun sampai saat ini jumlah korban akibat pandemi khususnya di AS terus mengalami kenaikan pesat. Sementara itu pembukaan aktivitas di Inggris tampaknya harus menghadapi penundaan sampai tiga pekan mendatang. Karena saat ini ada kematian baru dengan total keseluruhan 13.000 jiwa.

Pengganti PM Boris yaitu Dominic Raab mengungkapkan hubungan negaranya dengan China pada sektor bisnis tidak bisa seperti biasanya lagi. Karena China memiliki pertanyaan yang harus dijawab terkait penanganan virus Corona yang menyerang China dan juga menjadi awal mula virus itu berasal.

Dilansir dari Politico, PM Boris sempat mengatakan mereka butuh legislasi dan ekonomi yang fleksibel untuk mengatasi pandemi virus Corona. Selain itu PM Boris juga mengungkapkan tidak akan ada penambahan waktu transisi untuk kesepakatan dagang pasca Brexit antara Uni Eropa dan Inggris. Namun di tengah semua itu, Poundsterling menguat senada dengan kenaikan pada yield Treasury AS ke 0,67% karena risk on yang berlaku.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -