Wednesday, December 1, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS pada hari Rabu

Must Read

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya,...

Pada Rabu (24/11), nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) melemah sejak awal pembukaan perdagangan. Kemudian berdasar pasar spot Bloomberg, mata uang Rupiah tersebut melemah pada angka -0,13% atau 19 poin dan berada di level Rp 14.276 per dolar AS.

Namun ternyata tak hanya Rupiah saja, melainkan sebagian besar mata uang di Asia dikabarkan melemah terhadap dolar AS. Terutama ketika dolar AS menguat pada angka 0,06% dan berada di level USD 96,54.

Selain Rupiah, ada Yen Jepang yang tak mengalami perubahan di angka 115,13. Kemudian ada Baht Thailand yang melemah signifikan sebesar -0,39% di level 33.240. Terakhir ada Peso Filipinan yang melemah di angka -0,03% di level 50,585.

Masih ada lagi Won Korea Selatan yang melemah -0,06% di level 1.189,82. Kemudian ada Ringgit Malaysia yang melemah -0,27% pada level 4,2085. Lalu ada dolar Singapura yang merosot di angka -0,14% pada level 1,3669. Selanjutnya ada dolar Taiwan yang melemah -0,08% pada level 27.804.

Berbeda dengan mata uang Asia yang lainnya, hanya Yuan China dan dolar Honglong yang menguat. Mata uang Yuan tersebut menguat 0,01% pada level 6,3906. Lalu dengan dolar Hongkong menguat 0,01% dan berada pada level 7,7933.

Kemudian, dolar AS diketahui juga nyaris mencapai level tertinggi terhadap mata uang yang lain. Hal ini dikarenakan Gubernur Federal Reserve (The Fed) yakni Jerome Powell terpilih kembali untuk masa jabatan kedua. Dampaknya adalah membuat banyak sekali asumsi jika suku bunga AS menguat.

Seperti diketahui, pada Senin (22/11) Joe Biden memilih Jerome Powell untuk kembali menjabat selama 4 tahun ke depan. Selain itu, ada Lael Brainard yang dijadikan sebagai wakil ketua Fed. Namun peran keduannya harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Senat.

Menurut laporan berita forex terbaru, pasar mata uang kebanyakan didorong oleh persepsi yang membuat bank sental akan mengurangi stimulus. Khususnya pada masa pandemi, dan berencana menaikkan suku bunga.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bancor Perkenalkan Staking Pool Baru dan Perlindungan Kerugian Instan

Pembuat pasar otomatis terdesentralisasi (AMM) Bancor akan meluncurkan staking pool baru dan peningkatan mekanisme perlindungan kerugian yang...

Minyak Naik di Tengah Taruhan OPEC+ akan Menghentikan Kenaikan Produksi

Harga minyak naik pada hari Selasa, memperpanjang rebound dari penurunan minggu lalu di tengah meningkatnya ekspektasi produsen utama akan menghentikan rencana untuk...

Dolar Turun Menuju Low Satu Minggu, Karena Melonggarnya Kekhawatiran Omicron

Dolar melemah pada Selasa pagi di Asia, tepat di atas level terendah satu minggu selama minggu sebelumnya, karena kekhawatiran bahwa varian baru...

Kelly Strategic Management Mengajukan ETF Ethereum Futures

Perusahaan investasi yang berbasis di Denver, Kelly Strategic Management telah mengajukan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur ke kontrak...

Minyak Coba Memulihkan Beberapa Kerugian Karena Omicron

Pasar minyak memulihkan beberapa kerugian mengejutkan pekan lalu yang dipicu oleh kepanikan atas varian Omicron dari Covid setelah beberapa mengatakan bahwa jenisnya...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -