Wednesday, May 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sempat Menguat 3 Persen, Harga Minyak Mentah Turun Kembali

Must Read

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku...

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat...

Perdagangan komoditas mintah mentah hari ini Senin (4/2) turun setelah pada sesi perdagangan sebelumnya sempat naik sebesar tiga persen. Walaupun pada saat ini harga minyak mentah turun tapi pasar melihat komoditas ini memiliki dukungan dengan adanya pandangan mengenai pengetatan jumlah pasokan. Selain itu kabar dari negosiasi lanjutan AS-China juga membawa dampak sangat baik untuk minyak mentah karena ada kemungkinan konflik mereda.

Pantauan kondisi harga minyak mentah turun terlihat pada WTI AS yang diperdagangkan di level harga $ 55,06 per barel atau turun 0,36 persen sekitar 20 sen. Sementara itu pada grafik harga minyak Brent sebagai tolak ukur minyak global turun sekitar 24 sen dan berada di level harga 62,51 per barel. Brent naik sebesar 3,14 pada sesi perdagangan sebelumnya dan mencapai level paling tinggi sejak tanggal 21 November lalu.

Menurut pernyataan ANZ Bank, lonjakan harga minyak mentah pada sesi sebelumnya terjadi karena adanya rumor baik mengenai pasokan minyak global. Hal tersebut juga membuat kekhawatiran pasar mengenai pelemahan ekonomi global mereda. Minggu lalu beberapa perusahaan energi asal AS memotong jumlah Rig minyak yang disebabkan adanya rencana pengurangan jumlah minyak mentah untuk tahun ini.

Harga minyak mentah turun ini juga diakibatkan adanya tekanan kepada para produsen minyak di Venezuela karena krisis yang semakin buruk akibat sanksi yang diberikan AS. Dengan berlakunya sanki tersebut maka akan membuat perdagangan minyak Venezuela tertahan. Sehingga membuat komoditas minyak turut tertekan.

Menurut laporan, jumlah produksi minyak untuk OPEC sudah mencapai penurunan yang cukup besar dalam dua tahun terakhir. Walaupun Rusia saat ini masih berat untuk membuat produksi minyak turun dan hanya mampu membuat penurunan sebesar 350.00 barel per hari sejak Oktober tahun lalu.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bursa Efek Brasil akan Luncurkan Bitcoin dan Ethereum Futures

B3, Bursa Efek Brasil, mengkonfirmasi bahwa dalam waktu enam bulan mereka bermaksud untuk meluncurkan produk resmi pertamanya...

Regulator California akan Tinjau Kembali Larangan Donasi Kripto

Regulator negara bagian California mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan larangan donasi kripto untuk kampanye politik yang telah berlaku sejak 2018.

Minyak Turun 2 Persen Karena Komentar Ketua the Fed

Setelah mencapai tertinggi tujuh minggu, harga minyak merosot 2% pada Selasa karena Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat dapat mengurangi beberapa pembatasan pada...

Dolar Terpukul Selera Risiko yang Kembali

Dolar jatuh untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Selasa, mundur dari tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama, karena meningkatnya selera...

Bitcoin (BTC) : Analisa Teknikal Harian 18 Mei 2022

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, Bitcoin (BTC) memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -