Thursday, August 6, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sempat Menguat, Mata Uang Euro Tertekan Data Pesanan Pabrik Jerman

Must Read

Harga Minyak Pullback dari High 5-Bulan karena Meningkatnya Stok

Harga minyak tergelincir dari level tertinggi lima bulan pada hari Kamis karena sentimen bearish tentang permintaan bahan...

Pounds di Level High 5-Bulan Karena Bank Sentral Tidak Terlalu Pesimis pada Prospek Ekonomi

Pounds menguat ke level tertinggi baru dalam lima bulan terhadap dolar dan menuju ke level $ 1,32...

OKEx Luncurkan Platform P2P di India Meskipun Ada Ketidakpastian Hukum

Pertukaran cryptocurrency OKEx telah mengumumkan platform perdagangan peer-to-peer baru yang diluncurkan pada 5 Agustus, yang memungkinkan pengguna...

Beberapa mata uang di kawasan Eropa sampai hari ini masih terlihat tidak mengalami perubahan yang besar. Selain itu mata uang Euro juga terus melanjutkan momentum rebound yang didapatkannya dari kawasan paling rendah di level 1,1200. Selama dua sesi perdagangan, EURUSD terus mendapat dukungan kenaikan setelah pada Selasa lalu anjlok menuju ke 1,1200. Penguatan ini diakibatkan oleh kabar-kabar optimis seputar negosiasi dagang AS dengan China dan beberapa laporan lain mengenai Brexit. Sehingga membuat mata uang beresiko lain turut menerima dampak positif.

Walaupun terlihat terus bergerak ke arah positif, mata uang Euro sempat mengalami penurunan setelah rilis data dari Jerman. EURUSD turun menuju ke 1,1250 karena pesanan sektor pabrik di Jerman turun sebesar 4,6 persen untuk bulan Februari. Hasil aktual data tersebut juga meleset cukup jauh dari prediksi awal yang membuat pesanan sektor pabrik tertekan ke kawasan negatif. Bulan Januari lalu juga mengalami tekanan di sekitar 2,1 persen. Laporan dari bank sentral Eropa mengenai hasil pertemuan mungkin akan mampu menggerakkan Euro lebih lanjut. Dari data AS, para pelaku pasar dan investor mengharapkan akan ada pemotongan pada pekerjaan.

Jika dilihat secara umum, saat ini mata uang Euro masih tampak tertekan untuk melemah karena data-data dari kawasan Eropa yang sangat mengecewakan. Rilis data beberapa waktu terakhir yang mengecewakan juga semakin menandakan adanya perlambatan ekonomi di kawasan Eropa. Hal ini bisa menyeret kesabaran bank sentral menjadi lebih lama lagi dari harapan pasar.

Greenback terlihat masih akan menekan pasangan EURUSD lebih kuat lagi karena adanya trend sentimen resiko yang sedang menurun. Selain itu dari perpolitikan, EURUSD akan bergantung juga pada pemilihan Parlemen Uni Eropa nanti.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Pullback dari High 5-Bulan karena Meningkatnya Stok

Harga minyak tergelincir dari level tertinggi lima bulan pada hari Kamis karena sentimen bearish tentang permintaan bahan...

Pounds di Level High 5-Bulan Karena Bank Sentral Tidak Terlalu Pesimis pada Prospek Ekonomi

Pounds menguat ke level tertinggi baru dalam lima bulan terhadap dolar dan menuju ke level $ 1,32 setelah Bank of England memberikan...

OKEx Luncurkan Platform P2P di India Meskipun Ada Ketidakpastian Hukum

Pertukaran cryptocurrency OKEx telah mengumumkan platform perdagangan peer-to-peer baru yang diluncurkan pada 5 Agustus, yang memungkinkan pengguna untuk membeli mata uang digital...

EURUSD Kembali Naik Menunggu Rilis Data Zona Eropa dan AS

Mata uang Euro menguat sepanjang sesi akhir Asia menjelang pembukaan sesi Eropa hari Rabu (5/8). Momentum ini juga berhasil mendorong pasangan mata...

GBPUSD Mampu Mendaki Mendapatkan Manfaat Dari Rencana Stimulus Inggris dan Kemajuan Brexit

Arah pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak lebih condong bullish tipis sepanjang sesi akhir Asia hari Rabu (5/8). Dengan ini maka...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -