>
Home / berita / Berita Harian Forex / Sempat Menguat, Mata Uang Euro Tertekan Data Pesanan Pabrik Jerman

Sempat Menguat, Mata Uang Euro Tertekan Data Pesanan Pabrik Jerman

Beberapa mata uang di kawasan Eropa sampai hari ini masih terlihat tidak mengalami perubahan yang besar. Selain itu mata uang Euro juga terus melanjutkan momentum rebound yang didapatkannya dari kawasan paling rendah di level 1,1200. Selama dua sesi perdagangan, EURUSD terus mendapat dukungan kenaikan setelah pada Selasa lalu anjlok menuju ke 1,1200. Penguatan ini diakibatkan oleh kabar-kabar optimis seputar negosiasi dagang AS dengan China dan beberapa laporan lain mengenai Brexit. Sehingga membuat mata uang beresiko lain turut menerima dampak positif.

Walaupun terlihat terus bergerak ke arah positif, mata uang Euro sempat mengalami penurunan setelah rilis data dari Jerman. EURUSD turun menuju ke 1,1250 karena pesanan sektor pabrik di Jerman turun sebesar 4,6 persen untuk bulan Februari. Hasil aktual data tersebut juga meleset cukup jauh dari prediksi awal yang membuat pesanan sektor pabrik tertekan ke kawasan negatif. Bulan Januari lalu juga mengalami tekanan di sekitar 2,1 persen. Laporan dari bank sentral Eropa mengenai hasil pertemuan mungkin akan mampu menggerakkan Euro lebih lanjut. Dari data AS, para pelaku pasar dan investor mengharapkan akan ada pemotongan pada pekerjaan.

Jika dilihat secara umum, saat ini mata uang Euro masih tampak tertekan untuk melemah karena data-data dari kawasan Eropa yang sangat mengecewakan. Rilis data beberapa waktu terakhir yang mengecewakan juga semakin menandakan adanya perlambatan ekonomi di kawasan Eropa. Hal ini bisa menyeret kesabaran bank sentral menjadi lebih lama lagi dari harapan pasar.

Greenback terlihat masih akan menekan pasangan EURUSD lebih kuat lagi karena adanya trend sentimen resiko yang sedang menurun. Selain itu dari perpolitikan, EURUSD akan bergantung juga pada pemilihan Parlemen Uni Eropa nanti.

About Wida Yodik

Check Also

Dolar AS

Gejolak Ekonomi Politik Menerpa Eropa dan Asia, Indeks US Dollar Menguat Hingga Level Tertinggi 1 Bulan

Indeks US Dollar kembali mendapatkan tekanan positif hingga terus bergerak naik mencapai level tertinggi dalam …