Sunday, May 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sempat Menguat, Poundsterling Inggris Kembali Lemah Karena Pembaruan Risiko

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Poundsterling Inggris pada perdagangan hari Kamis (15/8) sempat mendapatkan traksi positif atas rilis data Inggris yang membaik. Selain itu pulihnya sentimen risiko global juga turut mendorong Pound untuk lebih kuat terhadap Yen. Namun perdagangan hari Jumat ini (16/8) Yen kembali menguasai pasangan dan menyeret GBPJPY turun menuju level harga 128,30.

Penguatan Poundsterling Inggris kemarin disebabkan oleh rilis data penjualan eceran yang optimis. Selain itu adanya spekulasi pemerintah AS mengenai langkah China yang tidak akan menerapkan tarif balasan memicu naiknya sentimen risiko global. Pasalnya AS telah memutuskan untuk menunda pemberlakukan tarif tambahan 10 persen atas produk China dari awal September menjadi pertengahan Desember.

Sayangnya laporan dari Global Times China meruntuhkan sentimen risiko dan harapan pasar. Kehancuran sentimen risiko juga datang dari putaran uji rudal oleh Korea Utara. Akibat sentimen yang terus merosot membawa imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS skala 10 tahunan terjun ke 1,527 persen.

Dari sisi dalam negeri, anggota parlemen dikabarkan menyusun rencana untuk bisa menjatuhkan kepemimpinan Perdana Menteri Boris Johnson. Parlemen akan mengajukan mosi tidak percaya pada awal September mendatang untuk bisa menunda keputusan Brexit. Sebelumnya Poundsterling Inggris sempat berpotensi menerima tekanan baik setelah Presiden Trump menyampaikan adanya kemungkinan Inggris dan AS menjalin hubungan dagang yang kuat terutama di tangan kepemimpinan PM Boris.

Sampai hari ini masih sangat sedikit sekali jadwal rilis data ekonomi yang akan menggerakkan pasangan GBPJPY mengingat mendekati penutupan pasar akhir pekan. Kondisi ini membuat para pelaku pasar dan investor akan fokus ke kabar perdagangan dan dinamika politik. Selain itu dikabarkan juga bahwa Kanselir Inggris Sajid Javis akan menuju ke Jerman untuk bertemu Menteri Keuangannya yaitu Olaf Scholz.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -