Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sinyal Campuran Sentimen Risiko Membuat USDJPY Stagnan Bergerak Dalam Ruang Sempit

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Pasangan mata uang USDJPY stagnan pada saat perdagangan hari Jumat (17/4) sepanjang sesi awal kawasan Asia. Saat ini pasangan hanya bisa bertahan di sekitar level harga 107,17 dan sisi atas berada di 108,08. Penyebab pasangan naik turun tanpa kejelasan arah adanya adanya sentimen risiko campuran yang juga menyebabkan saham AS diperdagangkan dengan sinyal campuran.

Saat in sentimen risiko juga terus terombang ambing akibat ketidakpastian pandemi virus Corona. selain itu dampak pembukaan kembali semua aktivitas ekonomi di beberapa negara sempat mendorong optimisme pasar. Namun meningkatkan jumlah kasus di seluruh dunia masih membebani sentimen dan berdampak USDJPY stagnan naik turun saat ini.

Sampai saat ini jumlah keseluruhan kasus di dunia berada di atas 2 juta kasus positif. Tapi dalam dua pekan terakhir, telah terjadi perlambatan penambahan kasus yang membuat banyak pihak optimis puncak pandemi semakin dekat. Sementara itu ekonomi AS tampak akan benar-benar tertekan hebat akibat pandemi virus Corona.

Data klaim pengangguran awal sepekan dari AS sampai 10 April berada di angka 5,3 Juta. Data lain yang disampaikan tadi malam seperti indeks Fed juga turun tajam menuju ke -56,5 lebih rendah dari sebelumya di 12 dan lebih buruk dari harapan di -32. Namun walaupun data suram, Dolar AS saat ini menjadi incaran karena sikap pedagang yang memilih menimbunnya karena ancaman krisis.

Beberapa negara saat ini mempertimbangkan untuk kembali membuka aktivitas ekonomi di tengah pandemi. Langkah itu tampaknya perlu diambil karena ekonomi bisa semakin jatuh karena pembatasan aktivitas yang berkepanjangan.

Jerman menjadi negara kedua setelah AS yang sedang mempertimbangkan keputusan itu. Bahkan Swiss telah membuat aktivitas per 27 April mendatang dengan tiga tahap pembukaan. Pembaruan pembukaan aktivitas akan berpeluang memecah USDJPY stagnan saat ini

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -