Sunday, January 17, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sterling Melemah Ketika May Berkeinginan Untuk Menghentikan Kebuntuan Brexit

Must Read

USDCAD Bullish Memanfaatkan Pemulihan DXY dan Pelemahan Minyak Mentah

Pasangan mata uang USDCAD bullish di sesi pertengahan Eropa hari Jumat (15/1). Dolar AS berhasil melumpuhkan dominasi...

EURUSD Terjun Lebih Dalam Didorong Nada Dovish ECB dan Dominasi Dolar AS

Nada penjualan pada mata uang Euro sepertinya bertahan lebih lama lagi melawan Dolar AS. Euro melemah di...

AUDUSD Stabil Setelah Kenaikan Kemarin, Arah Yield Treasury AS Menjadi Perhatian

Pasangan mata uang AUDUSD saat ini stabil bergerak di sekitar nilai tukar 0,7773 di sesi Asia hari...

Sterling jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Senin (4/2). Ketika Perdana Menteri Theresa May bertemu dengan anggota parlemen untuk mencoba dan mengatasi kebuntuan parlemen. Dimana hal tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor tentang Brexit tanpa kesepakatan yang tidak tertib.

Pound telah mempertahankan sebagian besar keuntungan yang diperolehnya pada bulan Januari. Meskipun ada kurang dari dua bulan sampai Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret dan tanpa perjanjian yang mengatur hubungan masa depan dengan blok tersebut.

Tetapi kekhawatiran semakin meningkat tentang risiko keluarnya kesepakatan. Dan itu muncul di pasar derivatif yang memprediksi lebih banyak volatilitas mata uang dalam beberapa hari mendatang.

Investor telah meningkatkan pembelian opsi dua minggu dengan mempertimbangkan tanggal ketika anggota parlemen Inggris bertemu. Sementara pembalikan risiko dua bulan, rasio permintaan terhadap mata uang, telah menunjukkan tanda-tanda kehati-hatian yang meningkat untuk pound.

May bertujuan untuk mendapatkan persetujuan parlemen untuk kesepakatan yang direvisi pada 13 Februari. Jika itu gagal, parlemen akan memberikan suara pada langkah selanjutnya pada tanggal 14 Februari.

“Kami mungkin akan melihat satu minggu lagi sikap keras kepala keluar dari Brussels, menjaga kekhawatiran No Deal itu tetap ada,” kata Chris Turner, kepala strategi valuta asing di ING di London.

“Sterling mungkin memiliki peluang lebih baik untuk pemulihan berikutnya ketika amandemen tersebut dapat kembali untuk pemungutan suara di parlemen dan No Deal secara resmi diambil dari meja. Risiko kabel melayang ke $ 1,2920,”tambahnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

USDCAD Bullish Memanfaatkan Pemulihan DXY dan Pelemahan Minyak Mentah

Pasangan mata uang USDCAD bullish di sesi pertengahan Eropa hari Jumat (15/1). Dolar AS berhasil melumpuhkan dominasi...

EURUSD Terjun Lebih Dalam Didorong Nada Dovish ECB dan Dominasi Dolar AS

Nada penjualan pada mata uang Euro sepertinya bertahan lebih lama lagi melawan Dolar AS. Euro melemah di hari Jumat (15/1) dan membawa...

AUDUSD Stabil Setelah Kenaikan Kemarin, Arah Yield Treasury AS Menjadi Perhatian

Pasangan mata uang AUDUSD saat ini stabil bergerak di sekitar nilai tukar 0,7773 di sesi Asia hari Jumat (15/1). Pasangan AUDUSD hari...

GBPUSD Tertolak Dari 1,3700, Menunggu Katalis Utama Berikutnya

Mata uang Poundsterling hari ini gagal untuk meneruskan aksi bullish yang tercatatkan pada pergerakan hari Kamis kemarin. Kenaikan sebelumnya terjadi setelah mata...

USDJPY Turun Karena Dolar AS Terbebani Banyak Masalah

Di sesi Asia hari ini, pasangan mata uang USDJPY turun cukup signifikan menuju ke nilai tukar 103,63 di hari Rabu (13/1). Dominasi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -