Saturday, July 2, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sterling Memimpin Kenaikan di Pasar Mata Uang

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Dolar AS memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan tipis akhir tahun pada hari Senin (31/12). Ketika ekspektasi memudar untuk kenaikan suku bunga AS, dengan sterling memimpin kenaikan.

Pound naik lebih dari setengah persen, didukung oleh kenaikan luas dalam saham dan harapan untuk penyelesaian sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Dolar Australia, mata uang yang sangat berkorelasi dengan perdagangan global, juga bertahan di dekat level tertinggi di sesi Asia.

Risk Appetite berisiko akan mengalami penguatan ketika memasuki sesi New York. Saham berjangka AS ESc1 naik hampir satu persen.

Pada hari Senin (31/12), dolar AS turun sebesar seperempat persen menjadi 96,43, tetapi akan ditutup pada tahun ini dengan kenaikan lebih dari 4,5 persen terhadap para pesaingnya.

Dolar Australia naik sebesar 0,4 persen menjadi $ 0,7063 tetapi secara keseluruhan pada tahun ini turun sebesar 10 persen.

China dan Amerika Serikat telah berperang selama tahun 2018, sengketa tersebut telah mengguncang pasar keuangan dunia. Aliran ratusan miliar dolar atas barang antara dua ekonomi terbesar di dunia telah mengalami gangguan terhadap pemberlakuantarifdari kedua belah pihak.

Memasuki tahun 2019, prospek dolar AS cenderung lebih tenang. Dimana harapan yang tumbuh saat ini menunjukkan bahwa siklus kenaikan suku bunga tiga tahun di Amerika Serikat akan segera berakhir.

Ekspektasi pasar untuk tidak ada lagi kenaikan suku bunga tahun di depan berdiri di hampir 80 persen dibandingkan dengan hanya seperempat bulan lalu, menurut alat CME Fedwatch.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -