Saturday, December 3, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Sterling Memimpin Kenaikan di Pasar Mata Uang

Must Read

FTX Jepang Berencana untuk Mengembalikan Dana Klien

Anak perusahaan Jepang dari pertukaran kripto FTX yang sekarang sudah tidak berfungsi telah keluar dengan roadmap untuk...

Emas Stabil di Atas $1.800 Menjelang Data NFP AS

Harga emas stabil di sekitar level tertinggi multi-bulan pada hari Jumat karena pasar berjongkok jelang data payrolls...

Presiden ECB Peringatkan Beberapa Kebijakan Fiskal di Eropa dapat Memicu Kelebihan Permintaan

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan pada hari Jumat bahwa beberapa kebijakan fiskal pemerintah Eropa...

Dolar AS memperpanjang kerugiannya dalam perdagangan tipis akhir tahun pada hari Senin (31/12). Ketika ekspektasi memudar untuk kenaikan suku bunga AS, dengan sterling memimpin kenaikan.

Pound naik lebih dari setengah persen, didukung oleh kenaikan luas dalam saham dan harapan untuk penyelesaian sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Dolar Australia, mata uang yang sangat berkorelasi dengan perdagangan global, juga bertahan di dekat level tertinggi di sesi Asia.

Risk Appetite berisiko akan mengalami penguatan ketika memasuki sesi New York. Saham berjangka AS ESc1 naik hampir satu persen.

Pada hari Senin (31/12), dolar AS turun sebesar seperempat persen menjadi 96,43, tetapi akan ditutup pada tahun ini dengan kenaikan lebih dari 4,5 persen terhadap para pesaingnya.

Dolar Australia naik sebesar 0,4 persen menjadi $ 0,7063 tetapi secara keseluruhan pada tahun ini turun sebesar 10 persen.

China dan Amerika Serikat telah berperang selama tahun 2018, sengketa tersebut telah mengguncang pasar keuangan dunia. Aliran ratusan miliar dolar atas barang antara dua ekonomi terbesar di dunia telah mengalami gangguan terhadap pemberlakuantarifdari kedua belah pihak.

Memasuki tahun 2019, prospek dolar AS cenderung lebih tenang. Dimana harapan yang tumbuh saat ini menunjukkan bahwa siklus kenaikan suku bunga tiga tahun di Amerika Serikat akan segera berakhir.

Ekspektasi pasar untuk tidak ada lagi kenaikan suku bunga tahun di depan berdiri di hampir 80 persen dibandingkan dengan hanya seperempat bulan lalu, menurut alat CME Fedwatch.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

FTX Jepang Berencana untuk Mengembalikan Dana Klien

Anak perusahaan Jepang dari pertukaran kripto FTX yang sekarang sudah tidak berfungsi telah keluar dengan roadmap untuk...

Emas Stabil di Atas $1.800 Menjelang Data NFP AS

Harga emas stabil di sekitar level tertinggi multi-bulan pada hari Jumat karena pasar berjongkok jelang data payrolls utama AS yang dapat menjadi...

Presiden ECB Peringatkan Beberapa Kebijakan Fiskal di Eropa dapat Memicu Kelebihan Permintaan

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde memperingatkan pada hari Jumat bahwa beberapa kebijakan fiskal pemerintah Eropa dapat menyebabkan kelebihan permintaan, dan...

Mata Uang Asia Berhati-hati Menjelang Data Pekerja AS (NFP)

Sebagian besar mata uang Asia bergerak sedikit pada hari Jumat karena kehati-hatian muncul menjelang data gaji AS yang kemungkinan akan mempengaruhi kebijakan...

Fantom Akan Pangkas Burn Rate Sebesar 75% untuk Danai Program Hadiah dApps

Menurut proposal baru tertanggal 1 Desember, jaringan grafik akrilik terarah Fantom berupaya menerapkan program afiliasi untuk aplikasi terdesentralisasi, atau dApps, pengembang dengan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -