Thursday, June 30, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Suku Bunga Hipotek Naik Menyebabkan Dolar Australia Melemah

Must Read

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan...

Perdagangan pasar mata uang hari ini Kamis (24/1) terlihat Dolar Australia melemah cukup  besar. Penyebab utama pelemahan mata uang Aussie ini adalah bank-bank di negara tersebut telah mencapai kesepakatan untuk menaikkan suku bunga hipotek. Pantauan terhadap kondisi mata uang Aussie yang melemah ini terlihat saat perdagangan sesi kawasan Eropa dimana pada pasangan AUDUSD turun sebesar 0,71 persen menuju ke level harga perdagangan 0,7090. Selain itu juga pada pasangan AUDNZD yang merosot 0,40 persen menuju ke level harga 1.0475.

Pada hari yang sama sebenarnya data ekonomi Australia mengenai ketenagakerjaan dilaporkan positif dan melebihi ekspektasi pasar. Selain itu laporan data dari Australian Bureau of Statistic memperlihatkan Employment Change untuk bulan Desember meningkat ke angka 21,6K atau lebih besar dari ekspektasi yang hanya di angka 16,5K. Sementara itu untuk tingkat pengangguran di Australia diperiode yang sama turun 0,1 persen dari angka 5,1 menuju ke 5,0 persen. Hal ini merupakan sinyal bahwa pasar untuk tenaga kerja di Australia cukup kuat.

Dengan data-data ekonomi Australia yang positif harus tumbang sehingga Dolar Australia melemah setelah National Australian Bank meningkatkan suku bunga untuk hipotek dengan besaran 12 poin. Alasan utama keputusan ini adalah untuk meningkatkan biaya pada pembiayaan. Sebelumnya sebanyak tiga bank besar di Australia juga menaikkan suku bunga beberapa bulan yang lalu.

Menurut para pelaku pasar, tindakan yang diambil bank-bank tersebut sangat mengancam pasar bidang properti yang sudah cukup tertekan dengan adanya penurunan harga dan melambatnya pembangunan. Saat ini para pelaku pasar akan mencoba memperkirakan seberapa besar potensi pemotongan suku bunga acuan yang dilakukan RBA untuk tahun ini. RBA sudah sedikit tenang dengan data ekonomi Australia yang positif meskipun Dolar Australia melemah hari ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi yang saling bertentangan di Jerman...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan infrastruktur blockchain negara tersebut.

Harga Minyak Mengambil Jeda Setelah Reli Tiga Hari

Harga minyak turun pada hari Rabu setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya tetapi kerugian terbatas pada pandangan bahwa pengetatan pasokan global akan...

Euro Ditekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB

Dolar naik pada hari Selasa sementara euro tersendat setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde tidak memberikan wawasan baru tentang prospek...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -