Wednesday, December 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDCAD Naik Karena Kekhawatiran Permintaan Energi Membuat Harga Minyak Anjlok

Must Read

GBPUSD Masih Naik Meski Lebih Rendah, Terbebani Masalah Brexit

Setelah sempat mengalami beberapa penurunan dari puncak pergerakan harian, GBPUSD kembali berusaha bangkit. Sebelumnya Poundsterling Inggris mengalami...

EURUSD Naik Mengambil Keuntungan Atas Pelemahan Dolar AS Akibat Vaksin

Mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa di hari Selasa in (1/12) pasangan EURUSD naik dan memperpanjang momentum bullish....

AUDUSD Naik Setelah Data China, Konflik Australia-China Membatasi

Mata uang Dolar Australia bullish di sesi Asia hari Selasa (1/12) dan membawa AUDUSD naik kembali. Salah...

Permintaan mata uang Dolar Kanada melemah sepanjang sesi Eropa hari Selasa (20/10) melawan mata uang Dolar AS. Adanya nada penjualan di sekitar Dolar Kanada menyebabkan pasangan mengalami kenaikan yang lebih tinggi menuju diatas 1,3200.

Sebelumnya USDCAD berhasil membangun momentum pemantulan yang sangat mengesankan di hari Senin kemarin sampai di atas 40 pips dari 1,31. Di hari Selasa ini pasangan USDCAD terus mencatatkan kenaikan karena permintaan Dolar Kanada melemah lebih panjang lagi. Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah adanya penurunan pada harga minyak mentah global. Sehingga permintaan mata uang komoditas yaitu Dolar Kanada terus turun.

Selama empat hari terakhir minyak mentah global mencatatkan penurunan yang cukup dalam. Faktor yang membuat harga energi anjlok adalah adanya kekhawatiran pada jumlah permintaan energi di masa depan. Pasalnya pemberlakuan lockdown oleh sebagian negara utama terus memaksa aktivitas perekonomian dihentikan. Sehingga konsumsi minyak mentah turun dan dikhawatirkan akan turun lebih dalam lagi.

Meski Dolar Kanada melemah saat ini, namun kenaikan USDCAD masih diragukan oleh para pelaku pasar dan investor. Karena Dolar AS masih dalam nada pelemahan ketika ada ketidakpastian mengenai dana stimulus ekonomi AS. Kemudian banyak juga yang khawatir akan ada gugatan hasil pemilu AS yang berisiko membuat perpolitikan Amerika Serikat menjadi tidak stabil.

Investor tidak yakin akan ada UU dana stimulus ekonomi dari pemerintah AS. Meskipun sebenarnya antara Demokrat dan Republik sudah mengecilkan perbedaan pendapat. Sebelumnya ini juga sempat menghidupkan permintaan aset berisiko dan Dolar AS. Bagaimanapun juga dinamika pembicaraan stimulus ekonomi AS akan tetap sangat diperhatikan oleh para pelaku pasar dan investor. Beberapa rilis data ekonomi AS juga akan diperhatikan untuk selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Masih Naik Meski Lebih Rendah, Terbebani Masalah Brexit

Setelah sempat mengalami beberapa penurunan dari puncak pergerakan harian, GBPUSD kembali berusaha bangkit. Sebelumnya Poundsterling Inggris mengalami...

EURUSD Naik Mengambil Keuntungan Atas Pelemahan Dolar AS Akibat Vaksin

Mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa di hari Selasa in (1/12) pasangan EURUSD naik dan memperpanjang momentum bullish. Mata uang Euro sepenuhnya memanfaatkan...

AUDUSD Naik Setelah Data China, Konflik Australia-China Membatasi

Mata uang Dolar Australia bullish di sesi Asia hari Selasa (1/12) dan membawa AUDUSD naik kembali. Salah satu dukungan yang membantu Dolar...

NZDUSD Menguat Setelah Data China Mengesankan dan Pelemahan Dolar AS Secara Luas

Pasangan mata uang NZDUSD menguat menuju ke nilai tukar lebih tinggi di 0,7120 di sesi Asia hari Selasa (1/12). Dolar New Zealand...

USDJPY Terjun Dalam Setelah Data Jepang Positif dan Pelemahan Dolar AS

Mata uang Yen Jepang menguat lebih besar melawan Dolar AS di sesi Asia hari Senin (30/11). USDJPY langsung mencatatkan penurunan lebih rendah...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -