Friday, December 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDIDR Mampu Ke Bawah Level 15.000 Setelah Pertemuan FOMC Semalam

Must Read

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk...

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak...

Nilai tukar pasangan mata uang USDIDR hari Kamis ini (30/4) mampu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Rupiah menguat membawa USDIDR untuk turun menuju ke bawah level harga 15.000 kali pertama sejak pertengahan Maret kemarin. Dengan catatan pergerakan positif tersebut maka Rupiah telah mencapai puncak penguatan paling tinggi sejak sepekan yang lalu.

Penguatan paling inti terjadi setelah bank sentral AS melangsungkan pertemuan tadi malam. The Fed mengatakan bahwa akan tetap mempertahankan suku bunga pada level yang rendah. Langkah itu akan diambil sampai ada keyakinan bahwa ekonomi AS telah mengalami pemulihan.  Selain itu penguatan juga terkait dengan kondisi virus di Kota Jakarta mulai melandai. Namun masih banyak pihak yang meragukan klaim tersebut.

Rupiah menguat hari ini juga terjadi di tengah banyaknya uang tunai yang beredar di pasar Indonesia. Jumlah uang yang beredar saat ini naik sampai 12,1% dalam tahunan pada laporan bulan Maret. Lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan bulan Februari di 7,9%. Jika kondisi normal maka hal ini berpeluang menyebabkan inflasi harga barang di Indonesia.

Memang sebagian besar negara di dunia terus menggelontorkan stimulus tambahan untuk meredam perlambatan ekonomi akibat pandemi virus Corona. Ancaman gelombang PHK menjadi salah satu hal yang sangat dihindari oleh pemerintah saat ini. Karena tingginya pengangguran akan menyebabkan belanja konsumen turun tajam.

Momentum rupiah menguat saat ini akan terus dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk berbagai hal. Selanjutnya investor akan terus memantau pergerakan pasangan USDIDR apakah masih akan mengalami penurunan yang lebih dalam. Beberapa berita global akan terus diawasi oleh para investor termasuk masalah hubungan antara AS dan China yang terancam panas kembali.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk memasukkan penyedia layanan aset virtual.

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak konsumen. Menurut...

Pengembang Ethereum Targetkan Maret 2023 untuk Hard Fork Shanghai

Menurut sebuah diskusi di Pertemuan Pengembang Inti Ethereum ke-151 pada 8 Desember, pemrogram inti telah menetapkan tenggat waktu tentatif Maret 2023 untuk...

Dolar Tergelincir Jelang Kian Dekatnya Rapat Bank Sentral

Dolar melemah pada hari Jumat karena kekhawatiran atas perlambatan di Amerika Serikat meningkat, dengan para pedagang waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -