Wednesday, April 14, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDIDR Mampu Ke Bawah Level 15.000 Setelah Pertemuan FOMC Semalam

Must Read

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak...

Nilai tukar pasangan mata uang USDIDR hari Kamis ini (30/4) mampu mengalami penurunan yang sangat signifikan. Rupiah menguat membawa USDIDR untuk turun menuju ke bawah level harga 15.000 kali pertama sejak pertengahan Maret kemarin. Dengan catatan pergerakan positif tersebut maka Rupiah telah mencapai puncak penguatan paling tinggi sejak sepekan yang lalu.

Penguatan paling inti terjadi setelah bank sentral AS melangsungkan pertemuan tadi malam. The Fed mengatakan bahwa akan tetap mempertahankan suku bunga pada level yang rendah. Langkah itu akan diambil sampai ada keyakinan bahwa ekonomi AS telah mengalami pemulihan.  Selain itu penguatan juga terkait dengan kondisi virus di Kota Jakarta mulai melandai. Namun masih banyak pihak yang meragukan klaim tersebut.

Rupiah menguat hari ini juga terjadi di tengah banyaknya uang tunai yang beredar di pasar Indonesia. Jumlah uang yang beredar saat ini naik sampai 12,1% dalam tahunan pada laporan bulan Maret. Lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan bulan Februari di 7,9%. Jika kondisi normal maka hal ini berpeluang menyebabkan inflasi harga barang di Indonesia.

Memang sebagian besar negara di dunia terus menggelontorkan stimulus tambahan untuk meredam perlambatan ekonomi akibat pandemi virus Corona. Ancaman gelombang PHK menjadi salah satu hal yang sangat dihindari oleh pemerintah saat ini. Karena tingginya pengangguran akan menyebabkan belanja konsumen turun tajam.

Momentum rupiah menguat saat ini akan terus dimanfaatkan oleh banyak pihak untuk berbagai hal. Selanjutnya investor akan terus memantau pergerakan pasangan USDIDR apakah masih akan mengalami penurunan yang lebih dalam. Beberapa berita global akan terus diawasi oleh para investor termasuk masalah hubungan antara AS dan China yang terancam panas kembali.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Mentah Menguat Meski Masih Dalam Kisaran Pergerakan Luas, Menanti Data AS

Arah harga minyak mentah global mencatatkan kenaikan yang cukup mengesankan pada pergerakan hari Selasa(13/4) di sesi Asia....

Masih Terbebani Pandemi, EURUSD Turun Lebih Rendah

Dominasi mata uang Dolar AS pada analisa hari ini tampak terus diperpanjang dan meluas. Penguatan Dolar AS turut membawa mata uang EURUSD...

Surplus Perdagangan China Menipis, Membuat NZDUSD Bearish Karena Pesimisme

Data China tadi pagi dilaporkan dengan hasil yang dinilai sangat mengecewakan. Data suram itu telah memberikan dampak pada mata uang Dolar New...

Optimisme Inggris Gagal Membantu Pound, GBPUSD Tetap Turun Sepanjang Sesi Asia

Mata uang Poundsterling Inggris melemah sepanjang sesi Asia hari Selasa (13/4) ketika berhadapan melawan Dolar AS. Nilai Pound gagal lebih unggul dibandingkan...

Berita Pekan Ini, RBNZ dan Inflasi AS Akan Jadi Fokus Bersama Pidato Fed Powell dan PDB China

Pekan ini sepertinya menjadi saat-saat yang sibuk untuk kawasan Asia. Sementara itu beberapa wilayah lain ada beberapa data ekonomi yang bisa menjadi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -