Monday, September 20, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Bearish Karena Yen Jepang Menguat Akibat Risk Off

Must Read

Minyak Jatuh Karena Mood Menghindari Risiko, Produksi Teluk AS

Minyak turun lebih dari $ 1 per barel menjadi sekitar $ 74 pada hari Senin karena meningkatnya...

SEC Thailand Keluarkan Lisensi untuk Proyek Real Estat Berbasis Ethereum

Komisi Bursa dan Pertukaran Thailand (SEC) memiliki lisensi untuk layanan penawaran token yang didukung aset berdasarkan blockchain...

Aliran Keamanan Perpanjang Reli Dolar AS Menjelang Langkah Fed

Dolar menguat ke level tertinggi sebulan di Asia pada hari Senin karena bencana yang mengancam pengembang berutang...

Saat sesi Asia di hari Senin (4/1) mata uang Yen Jepang menguat melawan Dolar AS. Saat ini pasangan USDJPY telah mencatatkan pelemahan sekitar 0,18% akibat adanya nada risk off di pasar global. Sementara itu pelemahan lebih luas dari mata uang Dolar AS pada akhirnya juga memberikan keuntungan yang besar bagi Yen Jepang.

Para pelaku pasar dan investor semakin takut dengan pandemi virus Corona setelah adanya perbincangan terbaru kondisi global. Kemudian beberapa saat sebelumnya, China juga merilis data mengenai IMP manufaktur dengan hasil yang mengecewakan. Yen Jepang menguat lagi ketika IMP manufaktur bank Jibun mampu naik ke puncak bulanan.

Jepang sendiri saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Mengingat pemerintah sedang dalam upaya penentuan langkah selanjutnya seperti keadaan darurat ketika terjadi lonjakan kasus yang besar. Jumlah infeksi baru di Jepang mencapai di atas 3.100 sampai hari Minggu kemarin. Sementara itu Tokyo melaporkan penambahan kasus 816 dengan total keseluruhan di Jepang mencapai 62.590 kasus.

Yen Jepang menguat saat ini juga diuntungkan ketika konflik AS-China dikhawatirkan kembali panas. Pasalnya NYSE berusaha menghapus sebanyak tiga perusahaan bidang telekomunikasi China. Namun regulator sekuritas China mengatakan itu akan berdampak terbatas. Sementara itu selesainya masalah kesepakatan Brexit dan juga dana bantuan AS membuat fokus pasar akan tertuju kembali ke konflik AS-China ini.

Penguatan safe haven Yen Jepang mungkin akan bertahan lebih lama lagi. Mengingat aset berisiko seperti Nikkei 225 mencatatkan penurunan 1,22% disusul oleh kontrak berjangka S&P 500 yang juga negatif. Untuk pergerakan USDJPY selanjutnya para pelaku pasar dan investor akan berusaha fokus ke pembaruan arah sentimen risiko global. Berita terbaru konflik AS-China dan virus Corona akan diperhatikan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Karena Mood Menghindari Risiko, Produksi Teluk AS

Minyak turun lebih dari $ 1 per barel menjadi sekitar $ 74 pada hari Senin karena meningkatnya...

SEC Thailand Keluarkan Lisensi untuk Proyek Real Estat Berbasis Ethereum

Komisi Bursa dan Pertukaran Thailand (SEC) memiliki lisensi untuk layanan penawaran token yang didukung aset berdasarkan blockchain Ethereum. Fraction,...

Aliran Keamanan Perpanjang Reli Dolar AS Menjelang Langkah Fed

Dolar menguat ke level tertinggi sebulan di Asia pada hari Senin karena bencana yang mengancam pengembang berutang China Evergrande menambah ketegangan ekstra...

AMC Tambahkan Ether dan Litecoin ke Rencana Adopsi Kripto

AMC Entertainment tidak hanya akan menerima pembayaran Bitcoin (BTC) untuk tiket film pada akhir tahun 2022 tetapi juga akan memasukkan mata uang...

Patung Satoshi Nakamoto Hadir di Budapest

Penggambaran perunggu dari pencipta Bitcoin legendaris Satoshi Nakamoto sekarang dipajang untuk pengunjung Graphisoft Park di Budapest. Dalam upacara pembukaan...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -