Thursday, August 18, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Bearish Karena Yen Jepang Menguat Akibat Risk Off

Must Read

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar....

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global...

Saat sesi Asia di hari Senin (4/1) mata uang Yen Jepang menguat melawan Dolar AS. Saat ini pasangan USDJPY telah mencatatkan pelemahan sekitar 0,18% akibat adanya nada risk off di pasar global. Sementara itu pelemahan lebih luas dari mata uang Dolar AS pada akhirnya juga memberikan keuntungan yang besar bagi Yen Jepang.

Para pelaku pasar dan investor semakin takut dengan pandemi virus Corona setelah adanya perbincangan terbaru kondisi global. Kemudian beberapa saat sebelumnya, China juga merilis data mengenai IMP manufaktur dengan hasil yang mengecewakan. Yen Jepang menguat lagi ketika IMP manufaktur bank Jibun mampu naik ke puncak bulanan.

Jepang sendiri saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Mengingat pemerintah sedang dalam upaya penentuan langkah selanjutnya seperti keadaan darurat ketika terjadi lonjakan kasus yang besar. Jumlah infeksi baru di Jepang mencapai di atas 3.100 sampai hari Minggu kemarin. Sementara itu Tokyo melaporkan penambahan kasus 816 dengan total keseluruhan di Jepang mencapai 62.590 kasus.

Yen Jepang menguat saat ini juga diuntungkan ketika konflik AS-China dikhawatirkan kembali panas. Pasalnya NYSE berusaha menghapus sebanyak tiga perusahaan bidang telekomunikasi China. Namun regulator sekuritas China mengatakan itu akan berdampak terbatas. Sementara itu selesainya masalah kesepakatan Brexit dan juga dana bantuan AS membuat fokus pasar akan tertuju kembali ke konflik AS-China ini.

Penguatan safe haven Yen Jepang mungkin akan bertahan lebih lama lagi. Mengingat aset berisiko seperti Nikkei 225 mencatatkan penurunan 1,22% disusul oleh kontrak berjangka S&P 500 yang juga negatif. Untuk pergerakan USDJPY selanjutnya para pelaku pasar dan investor akan berusaha fokus ke pembaruan arah sentimen risiko global. Berita terbaru konflik AS-China dan virus Corona akan diperhatikan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Aave Meminta Anggota untuk Berkomitmen pada Jaringan Ethereum PoS

Pemegang token Aave (AAVE) telah diminta untuk mengambil bagian dalam Aave Request for Comment (ARC) yang mengharuskan...

Bank of China Perkenalkan Program Uji e-CNY Baru untuk Pendidikan Sekolah

Bank of China milik negara telah mengumumkan program baru untuk menjembatani pendidikan sekolah dasar dengan kontrak pintar. Dalam kemitraan gabungan dengan otoritas...

Minyak Merosot Ke Terendah 6-Bulan Karena Kekhawatiran Resesi

Minyak mencapai level terendah enam bulan pada Rabu setelah reli singkat karena kekhawatiran tentang prospek resesi global yang akan melemahkan permintaan membayangi...

Dolar AS Menahan Kenaikan Jelang Risalah Fed

Dolar mempertahankan kenaikan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve AS Juli yang dapat memberikan...

Bank Sentral Selandia Baru Naikkan Suku Bunga Seperti Harapan

Bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk keempat kalinya tahun ini pada hari Rabu dan berjanji untuk terus memperketat kebijakan karena...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -