Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu pulih lagi menuju ke 107,50 saat pertengahan sesi Asia di hari Jumat ini (3/7). Dengan catatan yang terus negatif ini, maka pasangan mampu menolak penutupan hari Kamis yang positif. Pasangan juga terus berusaha untuk berada di bahwa nilai tukar 108,00.

Pada hari Kamis kemarin memang permintaan Dolar AS kembali mengalami kenaikan dan menyelamatkan pasangan dari penurunan lebih dalam. Namun pada akhirnya di hari Jumat ini USDJPY bearish kembali karena risk off menguasai pasar keuangan global. Salah satu penyebabnya adalah adanya kenaikan kasus yang sangat signifikan di beberapa negara bagian AS.

Faktor pendukung pasangan pada hari Kamis kemarin mungkin adalah karena data mengenai ketenagakerjaan AS yang lebih tinggi dari harapan awal. Tapi bagaimanapun juga lonjakan kasus di AS membatasi nada optimism tersebut. Data NFP jauh tinggi menuju ke 4,8K dibandingkan harapan awal yang berada di 3K. Sementara itu pengangguran AS juga lebih baik menuju ke -11,1% dibandingkan harapan awal di -12,3%.

Masalah Hong Kong antara AS dan China juga kembali memanas. Menlu Mike Pompeo memberikan kritikan kepada China atas keputusan UU Hong Kong. Sementara itu Dubes Korut di China juga memberi dukungan kepada China agar menyelesaikan masalah Hong Kong tanpa campur tangan AS.

Kisruh Hong Kong menyebabkan USDJPY bearish saat ini. Kontrak berjangka S&P 500 mengalami penurunan 0,10% senada dengan risk off. Walaupun Nikkei Jepang justru melonjak sampai 0,40% sepanjang sesi Asia ini. Data Jepang juga tidak mampu mempengaruhi pasangan karena aliran risk off yang kuat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -