Thursday, June 30, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Must Read

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan...

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu pulih lagi menuju ke 107,50 saat pertengahan sesi Asia di hari Jumat ini (3/7). Dengan catatan yang terus negatif ini, maka pasangan mampu menolak penutupan hari Kamis yang positif. Pasangan juga terus berusaha untuk berada di bahwa nilai tukar 108,00.

Pada hari Kamis kemarin memang permintaan Dolar AS kembali mengalami kenaikan dan menyelamatkan pasangan dari penurunan lebih dalam. Namun pada akhirnya di hari Jumat ini USDJPY bearish kembali karena risk off menguasai pasar keuangan global. Salah satu penyebabnya adalah adanya kenaikan kasus yang sangat signifikan di beberapa negara bagian AS.

Faktor pendukung pasangan pada hari Kamis kemarin mungkin adalah karena data mengenai ketenagakerjaan AS yang lebih tinggi dari harapan awal. Tapi bagaimanapun juga lonjakan kasus di AS membatasi nada optimism tersebut. Data NFP jauh tinggi menuju ke 4,8K dibandingkan harapan awal yang berada di 3K. Sementara itu pengangguran AS juga lebih baik menuju ke -11,1% dibandingkan harapan awal di -12,3%.

Masalah Hong Kong antara AS dan China juga kembali memanas. Menlu Mike Pompeo memberikan kritikan kepada China atas keputusan UU Hong Kong. Sementara itu Dubes Korut di China juga memberi dukungan kepada China agar menyelesaikan masalah Hong Kong tanpa campur tangan AS.

Kisruh Hong Kong menyebabkan USDJPY bearish saat ini. Kontrak berjangka S&P 500 mengalami penurunan 0,10% senada dengan risk off. Walaupun Nikkei Jepang justru melonjak sampai 0,40% sepanjang sesi Asia ini. Data Jepang juga tidak mampu mempengaruhi pasangan karena aliran risk off yang kuat.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Harga Minyak Kembali Naik Karena Kekhawatiran Pasokan

Harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Rabu dengan kekhawatiran pasokan yang ketat mengimbangi kekhawatiran...

Euro Pangkas Penurunan Terhadap Dolar Setelah Lonjakan Inflasi Spanyol

Euro stabil pada hari Rabu setelah jatuh ke level terendah enam hari, bereaksi terhadap rilis data inflasi yang saling bertentangan di Jerman...

Presiden Republik Afrika Tengah Luncurkan Inisiatif Kripto Setelah Adopsi Bitcoin

Faustin-Archange Touadéra, presiden Republik Afrika Tengah, telah mengumumkan bahwa pemerintah akan mendukung inisiatif yang berpusat pada pengembangan infrastruktur blockchain negara tersebut.

Harga Minyak Mengambil Jeda Setelah Reli Tiga Hari

Harga minyak turun pada hari Rabu setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya tetapi kerugian terbatas pada pandangan bahwa pengetatan pasokan global akan...

Euro Ditekan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB

Dolar naik pada hari Selasa sementara euro tersendat setelah Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde tidak memberikan wawasan baru tentang prospek...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -