Friday, December 9, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Bearish Tipis, Peluang Penurunan Lebih Dalam Bisa Terjadi

Must Read

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk...

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak...

Pasangan mata uang USDJPY bearish ringan sekitar 0,07% saat sesi awal Asia di hari Rabu ini (27/5). Penurunan tipis itu membawa pasangan menuju ke nilai tukar 107,47 dan tampak akan melanjutkan momentum bearish yang terbangun sebelumnya. Pasangan mengalami penurunan menjauh dari puncak paling tinggi sebelumnya di 107,92. Penutupan hari Selasa berada di nilai tukar 107,55 dan sesi awal Asia sempat kembali turun ke 107,80.

Tapi sejauh ini secara luas pasangan USDJPY bearish cukup tajam dari level tertinggi sebelumnya. Walaupun saat pertengahan sesi pasangan hanya naik turun mengkonsolidasikan penurunan. Salah satu pendorong permintaan Yen Jepang adalah hubungan antara dua raksasa ekonomi yaitu AS dan China yang kembali memanas.

Ada sinyal yang menandakan bahwa Presiden Trump akan memberikan sanksi kepada China pada akhir pekan ini. Sinyal ini didapatkan dari postingan Twitter Senator AS yaitu Marco Rubio yang mengatakan jika China tetap pada UU Hong Kong, maka pilihan terakhir adalah sanksi.

Nada risiko yang berat tampaknya akan terus membawa USDJPY bearish lebih dalam lagi. Mengingat saat ini gelombang demonstrasi pro demokrasi pecah kembali. Warga Hong Kong menolak dengan tegas UU keamanan nasional seperti apa yang direncanakan Beijing sebelumnya. 

Bersamaan dengan nada risk off, tolak ukur risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS juga kembali mengalami penurunan ke 0,695%. Saham Asia seperti Nikkei Jepang juga mencatatkan kinerja negatif.

Yen Jepang bisa terus mengalami penguatan mengingat tanda stimulus lanjutan dari PM Abe tampaknya benar-benar akan terjadi. Pemerintah Jepang akan meluncurkan bantuan dana untuk perusahaan kecil menengah senilai 140 Triliun Yen Jepang. Fokus pergerakan pasangan USDJPY selanjutnya akan terus fokus ke masalah AS-China dan pembaruan virus Corona global.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Lesu Karena Kekhawatiran Resesi

Dolar AS melemah pada awal perdagangan Eropa Jumat karena meningkatnya kekhawatiran bahwa ekonomi AS menuju resesi, menjelang...

Hong Kong Akan Terapkan UU TradFi untuk Pertukaran Kripto

Dewan legislatif Hong Kong telah mengesahkan amandemen baru terhadap anti-pencucian uang (AML) dan sistem pembiayaan teroris untuk memasukkan penyedia layanan aset virtual.

Survei: Lebih dari 90% Konsumen Penasaran dengan Metaverse

Terlepas dari kondisi pasar yang bergejolak selama setahun terakhir, metaverse dan utilitas potensialnya tetap stabil di benak konsumen. Menurut...

Pengembang Ethereum Targetkan Maret 2023 untuk Hard Fork Shanghai

Menurut sebuah diskusi di Pertemuan Pengembang Inti Ethereum ke-151 pada 8 Desember, pemrogram inti telah menetapkan tenggat waktu tentatif Maret 2023 untuk...

Dolar Tergelincir Jelang Kian Dekatnya Rapat Bank Sentral

Dolar melemah pada hari Jumat karena kekhawatiran atas perlambatan di Amerika Serikat meningkat, dengan para pedagang waspada menjelang serangkaian pertemuan bank sentral...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -