Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Hari Ini Sempat Naik, Menunggu Data NFP yang Lebih Awal

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Pasangan mata uang USDJPY hari ini tampak mampu mengalami pemantulan dari level yang paling rendah selama tiga hari terakhir. Saat pembukaan sesi Asia, pasangan bergerak di sekitar nilai tukar 107,49. Tapi sayangnya pasangan USDJPY secara luas tidak menampilkan arah gerak yang jelas. padahal pada hari Rabu kemarin pasangan mencatatkan penurunan yang cukup besar dari puncak paling tinggi dalam bulanan dan mengakhiri catatan positif lima hari tanpa jeda.

Para penjual Dolar AS mungkin lebih memilih mengambil nafas sejenak dan menyebabkan USDJPY hari ini mampu memantul dari terendah tiga hari. Sebelumnya Indeks Dxy sebagai pengukur greenback terhadap mata uang utama global berada di 97,00. Kemudian baru-baru ini indeks tersebut mampu mencatatkan pergerakan positif sampai ke 97,19.

Penyebab penurunan pasangan sebelumnya mungkin disebabkan oleh adanya kekhawatiran terhadap kenaikan kasus virus Corona kedua di beberapa negara. Selain itu konflik antara AS-China yang kembali bergema memaksa para investor memilih aset safe haven untuk berlindung. Tantangan sentimen risiko global hari ini juga akan tetap datang dari berita AS-China tersebut.

Dikabarkan bahwa China bergerak kepada media AS yang berada di China setelah Presiden Trump lebih maju pada sanksi untuk China karena UU Hong Kong. Hal itu mendukung penguatan Yen Jepang selama sesi hari Rabu kemarin. Para investor mungkin juga tidak berharap lebih banyak pada data ketenagakerjaan AS yang akan disampaikan lebih awal pada hari ini.

Data mengenai Non-Farm Payrolls akan menentukan arah USDJPY hari ini. Fokus mungkin akan tertuju seberapa banyak tingkat pengangguran yang ada di AS di tengah pandemi dan pencabutan lockdown. Selain itu berita virus Corona juga akan menggerakkan pasangan dalam jangka menengah.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -