Monday, September 21, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Hari Ini Terus Naik Turun Karena Dinamika Risiko yang Ramai

Must Read

Dolar Jatuh Terhadap Yen, Pounds Melemah Karena Kekhawatiran COVID

Dolar AS melemah terhadap yen Jepang untuk hari kelima berturut-turut dan yen berada pada level tertinggi tujuh...

Kava akan Merilis Pasar Uang Lintas-Rantai di Blockchain

Keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, platform Kava mengumumkan niatnya untuk menjadi tuan rumah pasar uang lintas rantai di...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini...

Pergerakan pasangan mata uang USDJPY bullish bangkit dari titik yang paling rendah dalam mingguan yang berada di 105,58. Pasangan berhasil kembali merebut nilai tukar 105,75 sepanjang sesi Asia hari Rabu (5/8). Beberapa masalah menjadi katalis penggerak pasangan USDJPY hari ini.

Beberapa rilis data ekonomi dari AS yang disampaikan dengan hasil memuaskan tampaknya tidak membuat para investor bergerak. Kemudian ada juga nada pesimis yang datang dari Jepang dimana PM Abe gagal untuk menjinakkan pandmei gelombang kedua di Jepang. Sementara itu Senat AS tampaknya masih akan terus berjuang untuk meloloskan stimulus lanjutan ekonomi di tengah pandemi. Meski beberapa waktu ini gagal mencapai kemajuan yang signifikan.

Para regulator AS berbeda pendapat mengenai rencana stimulus ekonomi yang sedang dibicarakan. Bahkan bantuan yang paling penting yaitu tunjangan pengangguran juga mengalami kesulitan untuk mencapai kesepakatan. Padahal tunjangan pengangguran per pekan sudah berakhir sejak hari Jumat pekan lalu. Bahkan beberapa waktu ini Senat AS tampak tidak memberikan indikasi adanya kesepakatan dana stimulus tersebut.

Pergerakan USDJPY hari ini masih memiliki risiko untuk kembali mundur dan menghapuskan upaya kenaikan. Mengingat Presiden Trump terus menekan agar orang AS harus memiliki beberapa bagian TikTok China agar layanan itu bisa digunakan di kawasan Amerika Serikat. Selain itu beban risiko saat ini datang dari penutupan konsulat AS dan China dan ledakan besar yang terjadi di Beirut Lebanon beberapa jam sebelumnya.

Bersama dengan USDJPY hari ini yang turun kembali, kontrak berjangka S&P 500 tampak bergerak negatif 0,10%. Nikkei Jepang juga kehilangan kenaikan sampai 0,67% akibat risk off yang mendominasi. Data ekonomi AS mengenai ADP perubahan tenaga kerja AS dan IMP bukan manufaktur ISM AS akan menjadi fokus.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Dolar Jatuh Terhadap Yen, Pounds Melemah Karena Kekhawatiran COVID

Dolar AS melemah terhadap yen Jepang untuk hari kelima berturut-turut dan yen berada pada level tertinggi tujuh...

Kava akan Merilis Pasar Uang Lintas-Rantai di Blockchain

Keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, platform Kava mengumumkan niatnya untuk menjadi tuan rumah pasar uang lintas rantai di blockchain Cosmos untuk memanfaatkan peluang...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...

GBPUSD : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, GBPUSD memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini bergerak dalam sebuah pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -