Monday, September 21, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Memperpanjang Penurunan Ke Lembah Terbaru Ketika Risk Off Mendominasi

Must Read

Bank Sentral Filipina Akan Menggunakan Token Digital

Bank sentral Filipina melihat token digital sebagai sarana untuk mengurangi penggunaan uang fiat dan meningkatkan penyampaian layanan...

Dolar Jatuh Terhadap Yen, Pounds Melemah Karena Kekhawatiran COVID

Dolar AS melemah terhadap yen Jepang untuk hari kelima berturut-turut dan yen berada pada level tertinggi tujuh...

Kava akan Merilis Pasar Uang Lintas-Rantai di Blockchain

Keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, platform Kava mengumumkan niatnya untuk menjadi tuan rumah pasar uang lintas rantai di...

Saat sesi awal Asia hari Selasa ini (15/9) pasangan mata uang USDJPY turun menuju ke titik paling rendah dalam pergerakan harian di sekitar 105,66. Sebelumnya pasangan bertahan di sekitar nilai tukar 105,70 namun pembaruan arah risiko mendukung Yen Jepang mendominasi. Maka dengan ini membantu USDJPY memperpanjang fase penurunan sejak hari Senin awal pekan kemarin.

Salah satu faktor yang mendukung USDJPY turun adalah ketegangan antara AS-China yang kembali memanas. Pemerintahan Trump memberlakukan larangan impor pakaian dan juga sparepart komputer khusus yang asalnya dari China. Pemerintah AS mengatakan bahwa barang itu sebenarnya dibuat dengan cara memeras tenaga secara paksa dari warga Xinjiang.

Selain masalah antara AS dan China yang memanas, ancaman terjadinya Brexit tanpa kesepakatan juga membantu Yen Jepang mendominasi. Karena jika memang hard Brexit terjadi, maka menyebabkan ekonomi Inggris terancam. Hubungan dagang AS-Inggris juga bisa dipastikan kembali dipertanyakan.

Bersama dengan nada risk off yang mendominasi pergerakan hari Selasa ini, kontrak berjangka S&P 500 mengalami penurunan 0,10% beberapa waktu terakhir. Nikkei 225 juga mengalami penurunan yang cukup besar sampai 0,80% saat sesi awal Asia tadi pagi.

Dorongan tambahan bagi Yen Jepang semakin meyakinkan ketika Yoshihide Suga resmi menang dan menjadi Perdana Menteri Jepang yang baru. Selain itu data produksi sektor industri Jepang dilaporkan dengan hasil yang memuaskan. Membawa USDJPY turun lebih dalam lagi.

Para pelaku pasar dan investor tampaknya akan terus fokus pada dinamika perpolitikan yang terjadi di Jepang. Selain itu pembaruan berita mengenai hubungan AS-China dan arah risiko terbaru akan menjadi perhatian utama. Pada pekan ini The Fed juga dijadwalkan akan melangsungkan pertemuan kebijakan yang akan sangat diperhatikan.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Bank Sentral Filipina Akan Menggunakan Token Digital

Bank sentral Filipina melihat token digital sebagai sarana untuk mengurangi penggunaan uang fiat dan meningkatkan penyampaian layanan...

Dolar Jatuh Terhadap Yen, Pounds Melemah Karena Kekhawatiran COVID

Dolar AS melemah terhadap yen Jepang untuk hari kelima berturut-turut dan yen berada pada level tertinggi tujuh minggu terhadap greenback pada hari...

Kava akan Merilis Pasar Uang Lintas-Rantai di Blockchain

Keuangan terdesentralisasi, atau DeFi, platform Kava mengumumkan niatnya untuk menjadi tuan rumah pasar uang lintas rantai di blockchain Cosmos untuk memanfaatkan peluang...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...

USDJPY : Analisa Teknikal Harian 21 September 2020

Selamat Pagi pembaca, Analisa USDJPY hari ini memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, pair ini tampak berada dalam pola harga...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -