Sunday, July 5, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Menuruskan Penurunan, Laporan Penghasilan Perusahaan AS Menjadi Kunci

Must Read

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat...

Pasangan mata uang USDJPY kembali mengalami penurunan meneruskan trend yang terjadi hari sebelumnya. Yen Jepang sebagai aset anti risiko tampak terus mampu unggul pada perdagangan hari Selasa ini (14/4). Di tengah USDJPY bearish saat ini, para pelaku pasar dan investor global tampaknya menunggu rilis data perdagangan dari China. Dana itu akan menggambarkan sampai seberapa buruk pandemi virus Corona menghancurkan ekonomi China.

Saat ini USDJPY bearish menuju ke level harga 107,57 saat sesi Asia berlangsung. Data perdagangan China yang meliputi angka ekspor dan impor diprediksi masih akan mengalami penurunan tajam. Untuk ekspor diprediksi akan mengalami penurunan 15% pada laporan bulan Maret lebih baik dari penurunan bulan Februari sebesar 17,2%. Untuk impor diprediksi juga akan mengalami penurunan juga.

Jika data perdagangan itu dilaporkan dengan hasil lebih rendah dari prediksi, maka pasangan USDJPY bisa saja turun lebih jauh. Karena ada indikasi bahwa pandemi virus Corona mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dengan signifikan. Sehingga para pedagang memilih mengalihkan aset menuju ke safe haven Yen Jepang.

Sementara itu data penghasilan akan dilaporkan pada hari Selasa ini saat sesi Amerika berlangsung. Beberapa perusahaan akan menyampaikan laporannya seperti JP Morgan, Johnson&Johnson dan juga Wells Cargo. Data itu akan menggerakkan Dolar AS karena menggambarkan bagaimana kondisi perusahaan AS di tengah pandemi saat ini.

Walaupun pasar ekuitas global mengalami kenaikan, tapi tidak mampu mendorong Dolar AS untuk lebih unggul dibandingkan dengan Yen Jepang. Kenaikan itu menurut beberapa pengamat tidak akan bertahan lama karena laporan penghasilan akan segera dilaporkan. Sehingga bisa saja pasangan USDJPY bearish lebih dalam lagi. Jika data China optimis, pasangan bisa pulih namun tidak bisa berumur panjang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

EURUSD Belum Bergerak, Menunggu Penembusan Fase Konsolidasi

Pasangan mata uang Euro hari ini tidak mengalami perubahan yang cukup berarti ketika dihadapkan melawan Dolar AS....

AUDUSD Bertahan Di Puncak Mingguan, Kekhawatiran Pandemi Menjadi Ancaman

Mata uang Dolar Australia bullish lebih panjang lagi dan mempertahankan pasangan AUDUSD di puncak. Saat sesi awal Eropa hari Jumat ini (3/7),...

USDJPY Bearish Kembali, Optimisme NFP Tidak Bertahan Lama

Pasangan mata uang USDJPY bearish menuju ke titik yang paling rendah menuju ke 107,44. Namun beberapa saat setelah penurunan itu, pasangan mampu...

GBPUSD Hari Ini Defensif Menunggu Data Inggris, Masih Jauh Dari Puncak Sepekan

Pasangan mata uang GBPUSD hari ini tampak defensif dan bertahan di sekitar nilai tukar 1,2460 mendekati pembukaan sesi Eropa hari Jumat (3/6)....

Pengguna Crypto Austria Akan Segera Bisa Menggunakan Crypto di 2.500 Lokasi

Pemegang Crypto di Austria akan segera dapat menghabiskan koin mereka di lebih dari 2.500 poin penerimaan menggunakan Pembayaran A1 - salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -