Wednesday, December 2, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Naik Setelah Ada Peluang Stimulus AS Meski Penarikan Dana Menteri Keuangan AS Membebani

Must Read

GBPUSD Masih Naik Meski Lebih Rendah, Terbebani Masalah Brexit

Setelah sempat mengalami beberapa penurunan dari puncak pergerakan harian, GBPUSD kembali berusaha bangkit. Sebelumnya Poundsterling Inggris mengalami...

EURUSD Naik Mengambil Keuntungan Atas Pelemahan Dolar AS Akibat Vaksin

Mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa di hari Selasa in (1/12) pasangan EURUSD naik dan memperpanjang momentum bullish....

AUDUSD Naik Setelah Data China, Konflik Australia-China Membatasi

Mata uang Dolar Australia bullish di sesi Asia hari Selasa (1/12) dan membawa AUDUSD naik kembali. Salah...

Pasangan mata uang USDJPY naik menuju ke nilai tukar 103,83 saat sesi awal Asia hari Jumat (20/11). Mata uang Dolar AS berhasil mendominasi pergerakan dan membawa pasangan bangkit dari terendah sebelumnya di 103,70 atau mewakili kenaikan 0,10%.

Sementara itu saat sesi sebelumnya, mata uang Dolar AS sempat bergerak dengan kondisi yang rawan. Beberapa katalis utama penggeraknya yaitu adanya berita yang mengatakan para pemimpin yang ada di Senat AS dari Republik memberikan persetujuan agar melanjutkan pembicaraan dana stimulus ekonomi di tengah virus Corona.

Dilansir dari CNBC, dikatakan bahwa Chuck Schumer dari Demokrat menyampaikan Mitch McConnell dari Republik telah menyetujui pembicaraan kembali dana itu. Apalagi saat ini para pelaku pasar dan investor sangat khawatir dengan ekonomi AS. Sebab negara ini mengalami penambahan kasus yang sangat besar dan pada akhirnya bisa berpeluang diberlakukan kebijakan lockdown.

Berita mengenai pembicaraan kembali dana stimulus itu telah membantu aset berisiko mengalami kenaikan. USDJPY naik sebab Yen Jepang diperlakukan sebagai safe haven dan membuat Dolar AS menerima beberapa keuntungan atas kondisi ini. Apalagi pembaruan berita itu juga meruntuhkan prediksi sebelumnya yang mengatakan dana stimulus akan disahkan saat Joe Biden sudah menjabat sebagai Presiden Januari 2021 mendatang.

Sayangnya USDJPY naik saat ini harus menerima beberapa tantangan yang cukup berat. Pasalnya Menteri Keuangan Steven Mnuchin meminta bagi pelaku bisnis untuk mengembalikan dana bantuan yang tidak terpakai. Melihat kondisi ini, The Fed menolaknya dan jika hal itu masih terjadi maka bisa membuat The Fed bekerja lebih keras lagi. Dinamika sentimen risiko global mungkin akan menjadi katalis penggerak beberapa waktu selanjutnya di tengah minimnya data ekonomi utama.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

GBPUSD Masih Naik Meski Lebih Rendah, Terbebani Masalah Brexit

Setelah sempat mengalami beberapa penurunan dari puncak pergerakan harian, GBPUSD kembali berusaha bangkit. Sebelumnya Poundsterling Inggris mengalami...

EURUSD Naik Mengambil Keuntungan Atas Pelemahan Dolar AS Akibat Vaksin

Mendekati pembukaan pasar kawasan Eropa di hari Selasa in (1/12) pasangan EURUSD naik dan memperpanjang momentum bullish. Mata uang Euro sepenuhnya memanfaatkan...

AUDUSD Naik Setelah Data China, Konflik Australia-China Membatasi

Mata uang Dolar Australia bullish di sesi Asia hari Selasa (1/12) dan membawa AUDUSD naik kembali. Salah satu dukungan yang membantu Dolar...

NZDUSD Menguat Setelah Data China Mengesankan dan Pelemahan Dolar AS Secara Luas

Pasangan mata uang NZDUSD menguat menuju ke nilai tukar lebih tinggi di 0,7120 di sesi Asia hari Selasa (1/12). Dolar New Zealand...

USDJPY Terjun Dalam Setelah Data Jepang Positif dan Pelemahan Dolar AS

Mata uang Yen Jepang menguat lebih besar melawan Dolar AS di sesi Asia hari Senin (30/11). USDJPY langsung mencatatkan penurunan lebih rendah...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -