Friday, October 30, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Stabil Di Sesi Asia, Setelah Penurunan Tajam Dolar AS Pasca IMP Yang Anjlok

Must Read

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri...

Adopsi Bitcoin dapat Mencapai 90% pada Tahun 2030

Dengan masuknya pemain keuangan arus utama baru-baru ini ke ruang blockchain, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk...

Perdagangan di sekitar pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen tampak terus dalam kondisi yang stabil saat pembukaan sesi awal kawasan Asia hari Rabu (2/10). Pasangan ini diperdagangkan dengan volume yang cukup tipis sejauh ini setelah tadi malam mengalami lonjakan volume karena beberapa faktor. Sepinya pasar USDJPY mungkin juga disebabkan oleh absennya para pedagang asal China karena adanya libur seminggu penuh sampai 7 Oktober mendatang.

Semalam permintaan jual terhadap Dolar AS mengalami lonjakan tinggi setelah rilis data mengenai IMP dari AS yang mengecewakan. Setelah rilis data tersebut akan semakin menyakinkan para pelaku pasar dan investor bahwa ekonomi global semakin rapuh. Kondisi ini menyebabkan lonjakan perpindahan dana menuju ke aset safe haven seperti Yen. Sehingga mampu membawa pasangan USDJPY turun tajam pasca rilis data.

Sebelumnya Dolar AS sempat mencapai titik puncak yang cukup baik di level harga 108,45 saat sesi dagang Eropa berjalan. Namun pasangan USDJPY harus rela anjlok menuju ke level harga 107,70 setelah rilis data manufaktur ISM AS yang gagal melonjak selama bulan September. Data tersebut dilaporkan dengan penurunan menuju ke titik paling rendah dalam 10 tahun terakhir di 47,8. Data sebelumnya dilaporkan dengan hasil 49,1 terhadap prediksi di 50,0.

Akibat data yang negatif ini maka mengirim saham AS jatuh dan penurunan pada imbal hasil obligasi. Yield Treasury dalam tenor 2 tahun mengalami penurunan menuju ke 1,54 persen dari sebelumnya di 1,65 persen. Sementara itu untuk tenor 10 tahun juga anjlok 10 basis poin menuju ke 1,62 persen. Pasar saat ini memprediksi bahwa akan ada pelonggaran sampai 19 basis poin pada saat pertemuan di akhir bulan Oktober mendatang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Simplex Meluncurkan Tether ke Offramp Euro ke Mitra Pertukarannya

Simplex, penyedia pembayaran crypto-to-fiat, menambahkan offramp fiat lain untuk memungkinkan pertukaran mitranya seperti Binance dan Huob untuk...

Fidelity Digital Asset Services Perluas Ekspansi ke Asia

Fidelity Investments - salah satu manajer aset terbesar di dunia - terus memperluas jangkauan globalnya dalam industri cryptocurrency melalui anak perusahaan kripto...

Adopsi Bitcoin dapat Mencapai 90% pada Tahun 2030

Dengan masuknya pemain keuangan arus utama baru-baru ini ke ruang blockchain, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk alokasi perusahaan Bitcoin (BTC) menjadi...

Chengdu China Berupaya untuk Berdayakan Tata Kelola Perkotaan dengan Blockchain

Pihak berwenang di Chengdu, China berencana mengadopsi blockchain untuk beberapa kasus penggunaan di seluruh kota, termasuk tata kelola perkotaan, perdagangan lintas batas,...

WTI OIL : Analisa Teknikal Harian 30 Oktober 2020

Selamat Pagi pembaca, Hari ini, WTI OIL memiliki setup yang menarik untuk trading harian kita. Dimana sejak beberapa hari lalu, komoditas ini tampak berada didalam pola yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -