Sunday, August 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Turun Kembali Karena Tidak Ada Kemajuan Stimulus Fiskal AS

Must Read

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata...

Pasangan mata uang USDJPY turun kembali setelah hari Selasa kemarin sempat mencoba memulihkan diri lebih tinggi. Sepanjang sesi awal Asia hari Rabu ini (29/7) Yen Jepang kembali mampu mendominasi pergerakan. Pada akhirnya pasangan mampu diseret menuju ke bawah nilai tukar 105,00. Salah satu faktor utama yang mendukung mata uang Yen Jepang adalah risiko yang sangat berat untuk pulih kembali.

Pasalnya sebelumnya memang optimisme berhembus dari berita harapan stimulus fiskal dari para pembuat kebijakan Amerika Serikat. Sayangnya saat ini tidak ada kemajuan apapun dari pembicaraan stimulus tersebut. Sehingga membebani Dolar AS dan membatalkan upaya pemulihan nya dari titik paling rendah.

Selain itu masalah virus Corona bagaimanapun turut berkontribusi pada USDJPY turun. Mengingat tidak ada perkembangan yang signifikan sejauh ini. Tekanan bagi Dolar AS juga datang dari prediksi The Fed yang akan dovish pada pertemuan nanti dini hari. Oleh karena itu pertemuan nanti malam tentunya akan sangat mempengaruhi dinamika Dolar AS kedepannya.

Selain masalah stimulus fiskal dan pandemi, banyak juga masalah yang mendukung Yen Jepang mendominasi pergerakan baru-baru ini dan membawa USDJPY turun. Bersama dengan nada risk off global, barometer sentimen risiko yaitu imbal hasil obligasi Treasury AS dalam 10 tahun tetap turun di 0,58%. Saham Asia seperti Nikkei Jepang juga mencatatkan penurunan akibat risk off sampai 0,50%.

Pergerakan pasangan USDJPY selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika sentimen risiko. Kemudian aksi spekulasi pasar menjelang pertemuan The Fed nanti malam juga akan menggerakkan pasangan. Untuk yang terdekat, komentar yang akan disampaikan oleh BoJ mungkin akan menggerakkan pasangan dalam jangka pendek. Komentar itu akan memberikan kejelasan mengenai langkah BoJ di tengah krisis akibat pandemi.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Minyak Jatuh Dibawah Level $ 45 Karena Kekhawatiran Permintaan

Minyak turun di bawah $ 45 per barel pada hari Jumat di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan...

Kemerosotan Dolar Mengangkat Yield Obligasi AS Bagi Investor Asing

Penurunan 10% dalam nilai dolar AS sejak Maret telah meningkatkan keuntungan bagi investor asing di pasar obligasi pemerintah terbesar di dunia pada...

EURUSD Gagal Mempertahankan Puncak Setelah Dolar AS Pulih Akibat Ketegangan AS-China Meningkat

Pergerakan pada pasangan mata uang Euro hari ini mencatatkan penurunan cukup signifikan. Dengan adanya penurunan permintaan mata uang Euro ini telah membawa...

GBPJPY Jatuh Setelah Trump Melarang Aplikasi Asal China

Pasangan mata uang GBPJPY sepanjang sesi Asia harus rela mengalami pelemahan karena dominasi Yen Jepang yang kuat. Hari Jumat ini (7/8) meluas...

AUDUSD Turun Setelah Pernyataan RBA Dalam SoMP Cenderung Dovish

Permintaan terhadap mata uang Dolar Australia bearish sepanjang sesi awal Asia membawa pasangan AUDUSD untuk turun ke nilai tukar 0,7224. Salah satu...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -