Monday, May 17, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

USDJPY Turun Kembali Meskipun Sentimen Risiko Pulih, Menunggu Pertemuan FOMC

Must Read

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank...

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan...

Pergerakan pada pasangan mata uang USDJPY mengalami penurunan dan terus diperdagangkan pada level harga yang negatif. Dolar AS turun yang pada akhirnya membawa pasangan semakin memperpanjang momentum bearishnya. Saat ini pasangan akan mengincar level harga yang lebih rendah di bahwa level 109,00.

Padahal tadi malam pasangan USDJPY sempat mendapatkan momentum untuk bisa memulihkan diri dan bangkit dari level terendahnya. Namun pada akhirnya Dolar AS turun dan gagal meneruskan upaya kenaikan tersebut. Kenaikan yang sempat terjadi itu membawa USDJPY mencapai ke puncak perdagangan dalam pekan saat sesi Asia berlangsung tadi pagi di hari Rabu ini (29/1). Tapi langsung bertemu dengan para penjual saat sesi Eropa berlangsung.

Penguatan yang terjadi pada Dolar AS tadi pagi tidak memiliki tidak lanjut yang jelas. Padahal beberapa waktu terakhir pembaruan arah sentimen risiko global terkait dengan virus Corona telah merusak permintaan aset safe haven seperti Yen Jepang. Tapi kenaikan tersebut tidak terkesan sama sekali oleh pembaruan risiko tersebut dan justru Dolar AS turun kembali

Kemungkinan fokus utama para pelaku pasar dan investor Dolar AS hanya tertuju pada dinamika pergerakan imbal hasil obligasi Treasury pemerintah AS. Perlu dipahami bahwa sisi bawah sampai saat ini masih tetap terbatas dan belum ada tindakan yang lebih jelas. Terlebih lagi akan ada pertemuan kebijakan moneter yang akan dilakukan oleh FOMC.

Sampai saat ini bank sentral AS diprediksi tidak akan melakukan perubahan kebijakan dan mempertahankan suku bunganya. Para pelaku pasar dan investor hanya akan terfokus ke pernyataan yang disampaikan pasca keputusan kebijakan. Karena akan memberikan gambaran kondisi ekonomi AS saat ini dan menjadi dorongan bagi USDJPY selanjutnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Animoca Brands Selesaikan Peningkatan Modal dengan Valuasi $ 1 Miliar

Pengembang game yang berfokus pada NFT, Animoca Brands, telah mengumumkan penyelesaian peningkatan modal sebesar $ 88.888.888 berdasarkan...

Bank of Korea ingin Memantau Aktivitas Perdagangan Crypto

Bank of Korea dilaporkan memiliki rencana untuk mempertahankan pengawasan ketat pada aktivitas perdagangan crypto melalui rekening bank nama asli.

Bank Sentral Bahrain dan JPMorgan akan Mengerjakan Uji Penyelesaian CBDC

Pemerintah Bahrain, negara Arab terkaya ketiga, bekerja sama dengan bank investasi Amerika JPMorgan Chase dalam proyek percontohan penyelesaian mata uang digital.

Rick Rieder dari BlackRock: Bitcoin Tahan Lama

Rick Rieder, kepala investasi di BlackRock Financial Management, menolak keputusan CEO Telsa Elon Musk untuk menjatuhkan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran.

Tether Ungkapkan Perincian Cadangan Penuh untuk Pertama Kalinya

Tether Holdings Limited, perusahaan di balik stablecoin Tether (USDT) yang populer, merilis perincian penuh dari cadangannya pada hari Kamis, menawarkan lebih banyak...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -