Saturday, July 2, 2022
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Yen Jepang Menguat Akibat Naiknya Minat Safe Haven, Masih Fokus Pada Negosiasi Sengketa AS-China

Must Read

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang...

Perdagangan awal tahun diwarnai dengan pergerakan cukup besar beberapa mata uang. Salah satunya mata uang Yen Jepang menguat pada hari Rabu ini (2/1) saat memasuki sesi perdagangan Asia. Kenaikan yang terjadi pada mata uang safe haven ini diduga terjadi akibat perdagangan pada pasar saham yang sebagian besar di perdagangkan lebih rendah saat hari pertama di tahun 2019 ini.

Pantauan mata uang Yen Jepang menguat ini terlihat pada pasangannya dengan Dollar AS. Pasangan USDJPY mengalami penurunan dengan kisaran sebesar 0,30 persen menuju ke level 109.42 setelah terjadi perdagangan saham Asia pada harga yang negatif. Hal ini bisa dilihat dari Hang Seng Indek Hong Kong mengalami penurunan cukup tajam yaitu sebesar 3,1 persen.

Faktor penyebab lainnya adalah tingkat kekhawatiran dari para investor dan pelaku pasar mengenai perlambatan ekomomi global yang terus meningkat. Selain itu adanya Goverment Shutdown beberapa pemerintahan Amerika Serika juga turut membuat Yen Jepang menguat. Mengenai kenaikan suku bunga yang diumumkan Fed lalu dan komentar negatifnya juga membuat posisi Dollar AS semakin terperosot.

Awal tahun perdagangan ini juga diwarnai beberapa rilis laporan data ekonomi dari China yang cukup mengecewakan. Indeks Caixin atau PMI China untuk bulan Desember dilaporkan mengalami pelemahan dari angka 50,2 di bulan November menjadi 49,7 di bulan Desember. Hal ini juga merupakan sinyal adanya tekanan ekonomi China dalam 19 bulan terakhir.

Adanya negosiasi lanjutan konflik dagang antara AS-China juga membuat pandangan para pelaku pasar dan investor mulai berfokus kembali. Trump menyampaikan adanya kemajuan dari hasil negosiasinya dengan Presiden China. Sehingga mulai tampak potensi penyelesaian masalah dengan China. Walaupun media Beijing mengatakan bahwa pemerintah China tidak akan pernah menyerah terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan negara.

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Euro Membalik Kerugian saat Dolar AS Terjatuh

Euro pulih pada Kamis dari level terendah dua minggu terhadap dolar, yang tersendat setelah data inflasi baru...

Harga Minyak Kembali Naik Setelah Terjatuh di Sesi Sebelumnya

Harga minyak naik tipis di awal perdagangan pada hari Jumat, setelah tenggelam di sesi sebelumnya karena OPEC+ mengatakan akan tetap pada rencana...

80.000 Miliuner Bitcoin Musnah dalam Kehancuran Besar Kripto 2022

Lebih dari 80.000 investor Bitcoin (BTC) telah dicabut status miliunernya karena penurunan pasar kripto, tetapi harga yang lebih rendah berarti jumlah koin...

Coinbase ingin Ekspansi ke Eropa di tengah Crypto Winter

Coinbase memperluas operasinya ke berbagai negara di Eropa di tengah "crypto winter." Meskipun memberhentikan banyak karyawan dan membatalkan tawaran pekerjaan, wakil presiden...

Binance akan Bantu Kamboja dalam Mengembangkan Peraturan Kripto

Pertukaran kripto Binance telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Securities and Exchange Regulator of Cambodia (SERC), menurut pengumuman 30 Juni.
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -