Friday, April 16, 2021
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Yen Jepang Sempat Menguat Karena Ketegangan Perdagangan, USDJPY Masih Stagnan Di Sesi Asia

Must Read

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan...

Perdagangan pada pasangan mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang tampak tidak memiliki arah pergerakan yang jelas saat sesi Asia hari Rabu (9/10). Pasangan ini tetap memilih ke mode stagnan ketika ketegangan perdagangan AS-China kembali meningkat menjelang pertemuan kedua negara besok.

Untuk saat ini pasangan mata uang USDJPY sedang diperdagangkan di sekitar level harga 107,00. Sebelumnya pasangan sempat mendapatkan penolakan ketika melonjak menuju ke level harga 107,30. Di sisi lain, saham AS mengalami penurunan pada hari Selasa karena ketegangan kedua negara yang meningkat.

Hal ini memicu gelombang penghindaran risiko menuju ke Yen Jepang. Padahal antara AS dengan China akan melakukan pertemuan tingkat tinggi pada akhir pekan ini. Ketegangan terjadi ketika pemerintah AS mengancam beberapa perusahaan asal China untuk dimasukkan ke daftar hitam. Langkah ini diambil setelah adanya pelanggaran Ham yang terjadi di provinsi Uighur.

Pemerintah China sendiri terus memberikan desakan kepada pemerintah AS untuk menarik keputusannya. Mendengar hal ini pihak China tidak tinggal diam, mereka mengancam akan melakukan aksi pembalasan atas langkah dari AS. Namun pemerintah AS berdalih bahwa keputusan memasukkan perusahaan China ke daftar hitam tidak ada keterkaitannya dengan pembicaraan perdagangan kedua negara yang segera dimulai.

Atas kondisi ini saham AS seperti indeks S&P 500 mengalami penurunan sekitar 1,56 persen. Penurunan sentimen risiko menyebabkan lonjakan permintaan safe haven Yen Jepang. Namun baru-baru ini S&P 500 telah melonjak 0,21 persen yang mana akan menyebabkan tekanan bagi Yen.

Selanjutnya mungkin pasangan mata uang USDJPY akan mendaki tipis setelah mendapatkan dukungan lonjakan pada imbal hasil obligasi Treasury AS. Dalam tenor 10 tahun, yield melonjak menuju ke 1,54 persen. Sehingga akan mendorong Dolar AS lebih tinggi terhadap Yen.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

AXA Insurance Mulai Menerima Bitcoin sebagai Pembayaran

Perusahaan asuransi terbesar kedua di Eropa, AXA, telah menjadi perusahaan asuransi all-line pertama di Swiss yang menawarkan...

Société Générale Mengeluarkan Token Sekuritasnya di Tezos

Raksasa keuangan Eropa Société Générale telah mengeluarkan token sekuritasnya di blockchain Tezos. Menurut pengumuman pada hari Kamis, langkah tersebut...

Chainlink Rilis White Paper Baru dalam Pergeseran Menuju Komputasi Kontrak Pintar

Chainlink meluncurkan white paper barunya pada hari Kamis, yang merinci ekspansi yang direncanakan dan poros dalam menciptakan jaringan oracle untuk komputasi. Proposal...

CEO Blackrock: Crypto ‘dapat Menjadi Aset yang Hebat’ Tetapi Tidak Menjadi Pengganti Mata Uang

Meskipun peluncuran saham Coinbase berhasil pada hari Rabu, CEO Blackrock Larry Fink masih menyatakan beberapa kekhawatiran atas adopsi institusional crypto.

Google Cloud Integrasikan Band Protocol untuk Data Real-Time Harga Crypto

Google Cloud menggabungkan teknologi inti dari Band Protocol, layanan oracle terdesentralisasi, untuk memungkinkan "analisis data deret waktu keuangan yang cepat dan akurat,"...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -