Thursday, July 9, 2020
Authorised and Regulated Broker
  • Berita

Yen Menguat Setelah Ekspor China Menurun

Must Read

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor.

Safe haven yen menguat dan dolar Australia jatuh pada hari Senin (14/1), setelah data menunjukkan bahwa ekspor China secara tak terduga turun pada bulan Desember. Hal tersebut menunjukkan pelemahan lebih lanjut dalam ekonomi terbesar kedua di dunia dan memburuknya permintaan global.

USD/JPY turun 0,42% pada 108,08 pada pukul 07:51 GMT. Ekspor China secara tak terduga turun paling tinggi dalam dua tahun di bulan Desember. Sementara impor juga mengalami penurunan yang mengejutkan.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa China mencatat surplus perdagangan terbesarnya dengan AS pada tahun 2018. Yang dapat mendorong Presiden Donald Trump untuk meningkatkan panasnya Beijing dalam sengketa perdagangan mereka.

Dolar Australia dan Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko, keduanya lebih rendah, dengan AUD/USD turun 0,39% menjadi 0,7185. Dan NZD USD shedding 0,47% hingga diperdagangkan pada 0,6798.

Kedua mata uang telah naik sekitar 1,5% versus dolar AS pekan lalu ketikasentimen risiko membaik pada harapan untuk kesepakatan perdagangan AS-China. Dan stimulus yang lebih agresif dari pembuat kebijakan China untuk mendukung ekonominya yang sakit.

“Mengingat dukungan yang telah kita lihat dalam mata uang komoditas, masuk akal untuk melihat pemesanan laba. Saya berharap uptrend untuk segera dilanjutkan,” kata Michael McCarthy, kepala strategi pasar di CMC Markets.

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya di tengah meningkatnya harapan investor bahwa Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Monex Menjadi Perusahaan Sekuritas Jepang Pertama yang Me-Listing CFD

Monex Securities, perusahaan sekuritas online Jepang utama, meluncurkan layanan cryptocurrency contract-for-difference hari ini. Ini menandai pertama kalinya...

Kraken Menemukan Potensi Serangan Terhadap Dompet Ledger

Kraken Security Labs, divisi keamanan siber dari pertukaran cryptocurrency yang berbasis di AS, Kraken, telah mengidentifikasi potensi serangan baru terhadap dompet perangkat...

Volvo Berinvestasi dalam Startup Blockchain untuk Pelacakan Cobalt

Pada 8 Juli, Volvo Cars Tech Fund mengumumkan investasi mereka di startup ketertelusuran blockchain, Circulor. Volvo sebelumnya menggunakan solusi...

‘How Are We’ Telah Ditokenisasikan di Blockchain Ethereum

How Are We, sebuah kolaborasi seni pertunjukan yang terdiri dari 15 karya pendek yang difilmkan dalam karantina COVID-19, telah di hash dan...

Matic Network Meluncurkan Program Inisiatif untuk Adopsi Mainnet

Solusi skalabilitas Blockchain, Matic, merilis berita tentang program “Inisiatif Pengembang Skala Besar” pada 8 Juli. Program ini dimaksudkan untuk mendorong adopsi mainnet,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -