>
Home / berita / Berita Harian Forex / Yuan China Menguat Walaupun Rilis Laba Industri Tengah Turun

Yuan China Menguat Walaupun Rilis Laba Industri Tengah Turun

Perdagangan mata uang hari ini Senin (28/1) terlihat Yuan China menguat di kawasan Asia. Penguatan mata uang negeri ekonomi terbesar ini terjadi ditengah rilis lapora data ekonomi mengenai laba industri yang turun. Bahkan penurunan laba industri terjadi selama dua bulan berturut-turut. Sementara itu ditempat lain Dolar AS sedang diperdagangkan dalam kondisi yang merosot lebih rendah tipis saat harapan pertemuan Fed bernada dovish.

Yuan China menguat terlihat pada pasangan mata uang USDCNY yang turun sebesar 0,1 persen menuju ke level harga perdagangan 6.7374. Laporan mengenai laba industri China disampaikan oleh Biro Statistik Nasional saat pahi hari. Nilai laba industri turun sebesar 1,9 persen Year-of-Year menuju ke nilai 680,83 Miliar Yuan untuk bulan Desember. 

Laporan sebelumnya pada bulan November untuk bagian laba industri memang sudah menurun 1,8 persen dari tahun lalu. Laporan tersebut menjadi titik awal terjadinya tekanan keuntungan dalam waktu tiga tahun terakhir. Walaupun dilaporkan dalam keadaan yang turun, tapi mata uang Yuan China menguat dan tidak ada indikasi bearish sama sekali. Bank Rakyat China atau PBOC menyepakati untuk mengubah nilai yuan China ke Dolar AS hari Senin berada di harga 6.7472 yang sebelumnya sempat berada di harga 6.7941. Lawan Yuan yaitu Dolar AS yang terlihat pada Indeks Dolar AS berada di angka 95,400

Mengenai Dolar AS, Fed akan melaporkan kesimpulan dari pertemuan mereka pada hari Rabu. Pasar memperkirakan Fed akan mempertahakan suku bunga AS setelah sebelumnya sudah dinaikkan pada bulan Desember. Walaupun sebenarnya Fed sudah mengirim sinyal kenaikan sebanyak dua kali, tapi beberapa pejabat Fed menolak. Fokus pasar saat ini juga tertuju pada pembaruan kabar dari negosiasi dagang AS-China yang mana besok Rabu pejabat China akan sampai di Washington untuk negosiasi.   

About Wida Yodik

Check Also

Wakil Ketua The Fed: Bank Sentral Tidak Harus Menunda Pemotongan Suku Bunga

Wakil Ketua the Fed, Richard Clarida, mengatakan bahwa para pembuat kebijakan tidak harus menunggu sampai …